"Perlu perubahan mindset bagi diplomat Indonesia bahwa kita harus lebih aktif dalam ekonomi, harus juga blusukan. Misalnya, andai kata diplomat di luar negeri melihat angka turis negara tersebut turun di Indonesia maka yang kita perlukan adalah laporan dari kedutaan negara tersebut untuk menganalisa kenapa turun dan faktornya apa," terang Retno.
Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers di kantor Kemenlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2014). Dia juga memberikan contoh lain apabila ada rute penerbangan pesawat Garuda yang merupakan BUMN ke negara tersebut, maka tugas diplomat harus terus mempromosikannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimana dengan anggaran yang diperlukan untuk mewujudkan aksi blusukan bagi para diplomat?
"Mengenai anggaran mudah-mudahan tapi kita sudah terbiasa bekrja dengan yang ada. Namanya juga diplomat, pejuang," canda Retno.
Retno mengatakan tak ada kendala yang tidak bisa diatasi. Mantan dubes Indonesia untuk Belanda ini meminta agar para diplomat dapat mengoptimalkan dana operasional yang ada untuk terus bekerja maksimal.
"Karena kondisi negara, kita akan optimalkan apa yang ada. Pokoknya kita optimis maju ke depan, Ibu saya selalu berpesan 'Ndok, kerjalah dengan hatimu. InsyaAllah kalau kita bekerja dengan hati hasilnya akan baik'. Dan ini sedang saya coba dengan posisi baru saya," tutupnya.
(aws/fjr)











































