Suharso Sebut Mbah Moen Sering 'Dimanfaatkan' Sebagai Stempel Partai

Suharso Sebut Mbah Moen Sering 'Dimanfaatkan' Sebagai Stempel Partai

- detikNews
Rabu, 29 Okt 2014 16:42 WIB
Suharso Sebut Mbah Moen Sering Dimanfaatkan Sebagai Stempel Partai
Foto: Mbah Moen (dok.detikcom)
Jakarta - Maemoen Zubair dikenal sebagai salah seorang sesepuh PPP yang menduduki posisi Ketua Majelis Syariah partai berlambang Kakbah itu. Posisinya sebagai sesepuh membuat ucapannya senantiasa didengar oleh kader partai.

Namun, posisi itu pula yang dinilai Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Suharso Monoarfa dianggap dimanfaatkan oleh kader sebagai hal negatif. Hal ini bisa terlihat saat partai ini terpecah menjadi 2 kubu yakni kubu Romahurmuziy dan kubu Suryadharma Ali.

Sebagai seorang sepuh, ia dipercaya sebagai penengah dan penggagas islahnya kedua kubu tersebut. Mbah Moen yang dipercaya sebagai Ketua Mahkamah Partai mengeluarkan putusan sela yang meminta kedua kubu untuk islah. Namun, hingga saat ini kedua kubu masih berseteru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mbah Moen itu dengan segala hormat kita kepada beliau, beliau suka dibawa-bawa kemana-mana. Dia sudah sepuh orang yang di hormati, eh malah dijadikan stempel pembenaran langkah-langkah mereka yang inkonstitusional," ucap Suharso di sela-sela acara Rapimnas I PPP di Hotel Crown Plaza Jalan Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (29/10/2014).

β€ŽIa mencontohkan saat Mbah Moen baru pulang menunaikan ibadah haji langsung mengurusi urusan partai. Ia bahkan dibawa ke rumah dinas Gubernur DKI yang saat itu masih ditempati Jokowi. Padahal saat itu Mbah Moen baru mendapat dan hari sudah larut.

"Ya kita hormat kepada beliau dan kita menyesalkan kenapa beliau dibawa-bawa," sambungnya.

Padahal, jika melihat posisi Mbah Moen sebagai Ketua Majelis Syariah Partai, Mbah Moen tak memiliki kewenangan pada urusan administrasi dan keorganisasian partai. Dalam struktur organisasi PPP, Mbah Moen dan ulama lainnya yang ada di Majelis Syariah memiliki kewenangan mengeluarkan fatwa keagamaan.

"Majelis syariah di PPP itu bukan majelis syuro, dia tidak punya peran eksekutif di partai, tapi memang beliau punya peran kultural yang kuat. Sebagai beliau orang yang dihormati, karena majelis syariah bukan beliau sendiri, ada beberapa kiyai besar," pungkasnya.

(bil/bal)


Berita Terkait