"Kami ingin berkoordinasi barang kali bisa disinergikan antara penelitian pemerintah dengan pihak swasta. Kalau bisa disatukan bisa ada lompatan luar biasa," ujar Nasir kepada wartawan di kantornya di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2014).
Nasir mengatakan dirinya akan menggalang kerja sama dengan beberbagai pihak. Dan akan membuat konsorsium untuk menampung penelitian-penelitian dari berbagai pihak.
"Kedepan kami lagi menggalang, bekerja sama dengan pihak swasta, akademisi, bisnis, pemerintah, dan komuniti masyarakat nanti kita gabungkan dan ke depan kita bentuk konsorsium. Yang intinya outcomenya bisa meningkatkan usaha rakyat," jelas Nasir.
Nasir juga ingin segala hasil penelitian yang telah dibuat bisa langsung bisa dinikmati masyarakat. Dan segala hasil kejuaran akan diasosiasikan agar tidak terjadi lagi setelah menang malah terlupakan.
"Kalau memang ada itu ada asosiasi dan akan kita koordinasikan," tutup Natsir.
Selain itu, Nasir juga akan mengembangkan kurikulum dan mensinergikan perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
"Kalau kita perhatikan nanti di dalam hal ini pengaturannya, kurikulum disana akan dikembangkan, di dikti ada tiga aktivitas yaitu Tri Dharma Dikti yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyakarakat dan semua dikaji ulang," ungkapnya.
Nasir mengatakan, adakebijakan-kebijakan terkait pengabdian terhadap masyarakat. Hal tersebut dilakukan karena setiap masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang baik.
"Selain itu akan ada juga uang kuliah tunggal. Selain itu kita juga akan perhatikan perkembangan perguruan tinggi swasta dan negeri. Karena semua ingin cerdaskan bangsa," ujar Nasir.
"Kami akan agendakan, PTN kami undang PTS juga. Untuk memperbaiki anak bangsa demi kualitas bangsa. Dan kita ingin menjadi agen of change, kami dari pemerintah tidak ingin menutup mata kalau ada masalah diskusikan," tutup Nasir.
(spt/mpr)











































