“Menurut saya jihadnya saya di situ, ketika saya tidak korupsi, ada kesempatan tapi tidak terima suap, mempertahankan kebenaran dan mendorong manfaat bagi semua umat,” kata Ahok.
Dia menyampaikan hal itu di hadapan ratusan ulama dari berbagai ormas Islam dan MUI se-DKI saat silaturahmi Tahun Baru Hijriyah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bahkan nabi pun angkat senjata bagi orang yang menzolimi orang yang tidak bisa mendapatkan haknya. Tidak bisa melawan atas ketidakadilan. Ini adalah panggilan bagi kita,” imbuhnya.
Di masa-masa itu, Ahok berujar guru agamanya selalu menekankan bahwa agama mengajarkan kebaikan. Karenanya dia siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia akhirat.
Ahok juga tak ambil peduli dengan perkataan orang lain tentang dirinya, termasuk protes sebagian ormas yang mengatasnamakan Islam.
“Ini urusan saya sama Tuhan. Saya sudah kenyang dengan begitu (tudingan miring). Saya bisa tanggungjawabkan dunia akhirat yang saya lakukan. Saya tidak pernah membuat orang menderita apalagi menzolimi orang,” jelasnya.
(ros/mad)










































