"Saya dan para deputi riset dan perguruan tinggi dari hari Senin saat setelah dilantik dan rapat kabinet selalu melakukan rapat koordinasi hingga larut malam," ujar Nasir di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2014).
Nasir yang lahir pada 27 Juni 1960 itu mengatakan hal tersebut dilakukan dirinya agar kementerian baru ini bisa segera bekerja. Dan bisa mengembangkan dunia akademisi dan riset di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir yang merupakan pakar keuangan ini juga bercita-cita membawa Kementerian riset dan dikti menjadi kementerian yang mengajak ke world class competition terkait tata kelola yang baik. Dimana konsepnya adalah pejabat pelayanan.
"Tata kelola pemerintah baik dengan adanya transparancy. Dan Saya mengajak pejabat ristek dan dikti berpikir bersama kemajuan bangsa ini. Dan bagaimana output bisa dinikmati rakyat seluruh Indonesia," tutup Nasir.
(spt/mpr)










































