"Untuk anak-anak ketahui, bapak harus setiap hari membaca. Bangun pagi setengah 5 habis olahraga sambil nunggu keringat kering saya membaca," kata Ahok di hadapan ratusan anak sekolah SD, SMP, SMA berseragam pramuka, saat pembukaan Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA), di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2014).
Ahok bercerita soal petuah almarhum ayahnya sejak kecil. Menurutnya sejak kecil dia sudah diajarkan untuk rajin membaca. "Bapak saya bilang jam dinding kalau jam dinding gak berdetak artinya mati. Kalau orang gak mau membaca itu artinya mati. Makanya bapak saya kasih saya nama Ahok, Hok itu artinya belajar, kalau enggak belajar terus saya mati," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam ilmu apapun orang berhasil harus mengenal dirinya siapa, apa kelebihan dan kekurangannya. Mau tau siapa ya harus membaca, baca apa saja. Termasuk Kitab Suci, itu adalah cermin supaya kita tahu yang kita lakukan benar atau salah," tutupnya.
Hadir dalam peresmian tersebut beberapa pejabat PNS pemprov DKI antara lain Deputi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Silviana Murni, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Ratiyono, Kepala Dinas Pendidikan Lasro Marbun, serta Walikota Jakarta Barat Anas Effendi.
Usai memberikan kata sambutan, Ahok berkeliling melihat stand pameran Taman Bacaan yang ada di tenda putih di halaman TIM. Dia sempat kesulitan berjalan karena puluhan anak sekolah berebut minta foto bareng dan minta tandatangan Ahok.
(ros/fjr)











































