50.000 Bibit Pohon dari Indonesia dikirimkan ke Timor Leste yang tengah menghadapi kekeringan. Pengiriman ini diprakarsai oleh Paguyuban Budiasi, yang didirikan oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo, bersama pemerintah Indonesia.
"Tak dipungkiri, akibat musim kering, kondisi tanah di Pulau Timor ini sebagian besar datarannya, terutama di bagian utara, cukup kekeringan dan tandus," kata Doni melalui siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (28/10/2014).
Pengiriman pertama dilakukan bersamaan dengan kunjungan presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ke Timor Leste pada 25-27 Agustus 2014 lalu. Pengiriman pertama berupa 11.602 bibit pohon yang terdiri dari 10 jenis pohon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahap kedua akan dilakukan hari ini dengan mengirimkan 19.550 bibit pohon yang terdiri dari 17 jenis, serta biji-bijian dari 21 jenis pohon. Pengiriman ini dilakukan dengan menggunakan KRI Tanjung Kambani dari Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Paguyuban Budiasi bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan RDTL juga akan melakukan transformasi pembibitan, penanaman dan penghijauan serta pelestarian lingkungan kepada masyarakat Timor Leste, sekaligus juga menumbuhkan semangat wirausaha mandiri yang berbasis pada agro," ucap Doni.
Penanaman akan dilakukan pada November 2014 nanti, di lahan seluas 4 hektar yang berlokasi di Maubara, Distrik Luquisa, Timor Leste. Diharapkan lokasi ini satu tahun ke depan bisa menjadi percontohan pembibitan untuk distrik lainnya di Timor Leste.
"Dalam program pembibitan ini akan dibudidayakan sejumlah jenis pohon langka dan adaptif terhadap iklim dan tanah di Timor Leste, seperti cendana, bintaro, eboni, dan kenari," ujar Doni.
Selain pohon langka tersebut, dikirimkan pula berbagai pohon keras dan buah-buahan seperti trembesi, sengon,lamtoro, jati, mahoni, merbau, meranti, manglid, kayu afrika, rasamala, dan kalpataru. Sementara itu pohon buah yang dibawa adalah sukun, ketapang, nangka, sirsak, jambu mete, rambutan, dan alpukat.
Paguyuban Budiasi ini juga mengirimkan tenaga ahli dan pekerja untuk budidaya bibit-bibit pohon tersebut. Bagi Doni, program ini bersifat krusial untuk menjaga dan menjalin kembali persaudaraan dan harmonisasi hubungan antar dua negara.
“Dahulu, ketika konflik perang, pesawat Hercules dan KRI datang ke Timor Leste untuk membawa pasukan. Namun sekarang digunakan untuk membawa pohon dalam rangka misi persahabatan dan persaudaraan. Dahulu, bila ABRI dikenal sebagai penebang pohon cendana, sekarang kita akan menjadi penanam cendana. Dahulu, bila ABRI juga dituduh sebagai pelaku pelanggaran HAM, sekarang kita berusaha mewujudkan misi penghijauan dan lingkungan. Oleh karena itu melalui program ini, kita juga berusaha merajut kembali persahabatan dan persaudaraan,” ungkap Danjen Kopassus yang baru dilantik pada 24 Oktober 2014 ini.
(vid/sip)











































