"Brankas memang ada di ruangan saya, tapi tidak pernah saya gunakan," kata Ade usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2014).
Ade mengaku, brankas itu memang disediakan beberapa saat setelah dia terpilih sebagai Bupati Karawang. Namun, dia mengaku tak pernah menggunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai menangkap Ade dan istrinya Nur Latifah, KPK memang menggeledah ruang kerja Bupati Karawang tersangka pemerasan itu. Saat menggeledah, tim penyidik menemukan brangkas yang kemudian langsung disita. Namun, belakangan diketahui bahwa brangkas itu kosong.
Sementara itu, terkait pemeriksaannya hari ini, Ade mengaku banyak ditanya seputar aset dan profil pendapatannya. Penyidik memang memeriksa Ade dan istri sebagai tersangka pencucian uang.
"Tadi materinya seputar aset dan penghasilan. Tapi banyak yang ditanyakan soal aset yang saya punya sejak 10 tahun yang lalu," tutur Ade.
(kha/vid)










































