"Jadi begini, sidang berlangsung lancar-lancar saja sampai saya ketok palu tiga kali (tanda penutupan sidang). Sebelum ketok palu, semua sudah setuju. Saya sudah sampaikan sebanyak dua kali ke sidang sebelum ketok palu," ujar Agus ketika dikonfirmasi, Selasa (28/10/2014).
Namun ketika palu usai diketok justru hujan interupsi semakin menjadi-jadi. Agus tak menggubris satu pun interupsi yang terlontar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesaat kemudian Hasrul membanting meja dan menghampiri panggung pimpinan sidang. Dia terlihat menyerahkan map berwarna hijau kepada pimpinan.
"Map itu isinya hanya daftar nama anggota komisi dari FPPP saja. Tapi yang diserahkan oleh Hasrul itu ditandatangani oleh Romahurmuziy. Karena kami lembaga negara, maka yang kami ikuti adalah legal formal yang ada yaitu Ketua Umum PPP adalah Suryadharma Ali. Hingga kini surat dari Kemenkumham menyatakan bahwa Suryadharma Ali masih Ketua Umum," papar Agus.
Di tempat terpisah, Romahurmuziy menyatakan bahwa pihaknya telah kantongi restu dari Kemenkumham. SK yang ditandatangani oleh Menkum HAM Yasonna H Laoly itu menyatakan bahwa Muktamar VIII PPP di Surabaya adalah sah.
Muktamar tersebut digelar pada tanggal 15-18 Oktober 2014 di Surabaya yang salah satu hasilnya adalah menetapkan Romahurmuziy sebagai Ketua Umum. Keputusan lain dari Muktamar itu adalah PPP mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.
(bpn/erd)











































