Jepang & AS akan Keluarkan Peringatan-peringatan Tsunami
Jumat, 14 Jan 2005 15:33 WIB
Jakarta - Jepang dan Amerika Serikat akan mengeluarkan peringatan tsunami bagi negara-negara di sekitar Samudra Hindia, sampai sistem peringatan tsunami yang permanen terbentuk. Jepang dan AS selama beberapa dekade punya pengalaman dengan peringatan tsunami.Lebih dari 160 ribu orang tewas ketika gelombang tsunami menyerang garis-garis pantai Samudra Hindia pada 26 Desember lalu. Beberapa pejabat mengatakan bahwa ribuan nyawa mungkin bisa diselamatkan jika sistem peringatan dini tsunami di Samudra Hindia telah dibentuk, seperti yang telah ada di Samudra Pasifik.Dengan menggunakan data mengenai gempa bumi dan level air pasang laut dari Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Hawaii, Jepang dan AS akan memberikan peringatan pada basis sementara sampai sistem yang lebih permanen mulai beroperasi.Demikian diberitakan kantor berita Jepang, Kyodo seperti dilansir Reuters, Jumat (14/1/2005).Proposal soal itu akan disampaikan pada konferensi yang disponsori PBB mengenai upaya menekan korban jiwa akibat tsunami. Konferensi tersebut akan berlangsung mulai 18-22 Januari mendatang di kota Kobe, Jepang.Pembentukan sistem peringatan tsunami di Samudra Hindia akan menjadi topik utama dalam pertemuan internasional tersebut. Dalam forum itu, komunitas internasional akan diminta untuk membentuk komite koordinasi mengenai sistem peringatan tsunami dalam waktu enam bulan.Sistem peringatan tsunami Pasifik dibentuk pada tahun 1960 silam setelah gempa bumi di Chili yang menimbulkan bencana tsunami yang menyerang pantai Jepang. Lebih dari 100 orang tewas dalam peristiwa itu.
(ita/)











































