Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat berlangsung panas sejak awal dimulai. Rapat dengan agenda membahas pimpinan alat kelengkapan dewan itu pun berlangsung ricuh. Dua meja dibanting sehingga dua gelas air minum untuk anggota DPR pecah. Berikut ini kronologi insiden meja dibanting dan gelas pecah di DPR, Selasa (28/10/2014):
Pukul 15.55 WIB
Rapat paripurna DPR dibuka, seluruh anggota menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pukul 16.00 WIB
Rapat paripurna dibanjiri interupsi. Terjadi adu argumentasi sesama anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat dari Kemenkum HAM ini bahwa hanya ada satu kepengurusan yang sah yaitu kepengurusan PPP dipimpin Romahurmuziy," ujar Anwar dalam Ruang Rapat Paripurna, Nusantara II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar tidak ketinggalan melontarkan interupsi. Dia berpendapat seharusnya pimpinan dewan bisa memediasi persoalan internal PPP yang terbagi dua kubu antara Suryadharma Ali dengan Romahurmuziy.
"Mana yang sah sebagai pimpinan dewan, panggil dong, ada apa dengan PPP? Etika pimpinan harus memanggil itu. Undang SDA, undang Romi. Saya tidak mau satu kelompok mengambil manfaat dari partai kami. Parpol yang diakui dari kami adalah kami," sebut Hasrul yang juga Wakil Ketua Umum PPP itu.
Politisi PPP di kubu Suryadharma Ali (SDA), Epyardi Asda sempat melontarkan interupsi untuk menanggapi pernyataan koleganya Hasrul Azwar. Dia tidak terima kalau penyetoran susunan nama fraksi PPP versi SDA untuk alat kelengkapan dewan yang diserahkan pekan lalu disebut palsu.
"Dia (Hasrul) yang menyembah-nyembah kepada ketum (SDA) untuk menjadi ketua fraksi. Jangan dikatakan bahwa surat ini abal-abal. Hasrul ini yang abal-abal, sampai nunduk-nunduk ini mintanya," kata Epyardi.
Dia menegaskan sekali lagi kalau surat Dewan Pengurus Pusat yang sah adalah versi kepemimpinan Suryadharma Ali. Adapun penetapan Romahurmuzy sebagai Ketua Umum itu masih bisa diperdebatkan.
"Yang sah masih surat ini ketum Pak SDA. Baca AD/ART PPP. Malu kita dilihat orang. Kalau Pak Romi sebagai ketua umum itu masih debatable. Mahkamah partai mengeluarkan bahwa muktamar yang sah dihadiri oleh kedua kubu. Yang baru mulai dua hari lagi," sebutnya.
Pukul 16.15 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang duduk di kursi pimpinan menyatakan bahwa susunan anggota komisi yang sah adalah yang diajukan Epyardi dari kubu Suryadarma Ali.
Ucapan Fahri ini kemudian disanggah oleh politisi PPP lainnya yakni Hasrul Azwar. Dia menyebut bahwa Ketua Umum PPP yang sah saat ini adalah Romahurmuziy. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menurut Hasrul hari ini sudah mengesahkan kepengurusan Romahurmuziy.
Namun mendadak Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengumumkan bahwa pimpinan mengesahkan susunan anggota komisi yang diajukan kubu Suryadarma. Agus pun kemudian menskors rapat paripurna tanpa batas waktu.
Pukul 16.20 WIB
Setelah Wakil Ketua DPR Agus menskors rapat paripurna, terdengar suara meja dibanting dari tempat duduk anggota DPR. Tak hanya meja, dua gelas di tempat duduk anggota Fraksi PPP juga pecah berantakan. Pembantingan meja beserta barang-barang yang ada di atasnya itu disambut sorakan anggota Dewan. Suasana gaduh. Teriakan terdengar di sana-sini.
Dari penelusuran detikcom dua meja itu adalah tempat duduk Romahurmuziy alias Romi dan Hasrul Azwar. Meja itu tergeletak di atas lantai.
(erd/nrl)











































