Pantauan di dalam Ruang Sidang Paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2014) pukul 16.45 WIB, ada dua meja yang terbalik akibat dihempaskan hingga terjerembab di atas meja. Keduanya adalah meja anggota Fraksi PPP.
Mikrofon dan papan nama yang tadinya ada di atas meja, kini tergeletak di atas lantai. Dua gelas yang terletak di atas meja pun ikut jatuh sehingga pecah. Air minum kemasan botol juga berantakan di lantai. Dari papan nama yang terlihat, tertulis nama Romahurmuziy dan Hasrul Azwar.
Kericuhan ini bermula saat membahas keabsahan susunan anggota komisi yang diajukan dua pengurus Partai Persatuan Pembangunan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang duduk di kursi pimpinan menyatakan bahwa susunan anggota komisi yang sah adalah yang diajukan Epyardi dari kubu Suryadarma Ali.
Kubu Romahurmuziy yang diwakili oleh Hasrul Azwar protes. Ia mengatakan bahwa Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sudah mengesahkan kepengurusan Romahurmuziy.
Mendadak, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengumumkan bahwa pimpinan hanya mengakui susunan anggota komisi yang diajukan kubu Suryadarma. Agus pun kemudian menskors rapat paripurna tanpa batas waktu. Tiba-tiba, terdengar suara meja dibanting dari tempat duduk anggota DPR. Tak hanya meja, dua gelas di tempat duduk anggota Fraksi PPP juga pecah berantakan.
Kericuhan biasa terjadi dalam rapat-rapat DPR. Tapi kericuhan biasanya hanya bersifat verbal atau gebrak-gebrak meja, tidak pernah dengan membanting meja yang dibeli dari uang rakyat seperti sore ini.
(imk/nrl)











































