Jasa Penyalur Pembantu, Jadi Kedok Pencuri Brankas di Rumah Kosong

Jasa Penyalur Pembantu, Jadi Kedok Pencuri Brankas di Rumah Kosong

- detikNews
Selasa, 28 Okt 2014 16:37 WIB
Jasa Penyalur Pembantu, Jadi Kedok Pencuri Brankas di Rumah Kosong
Jakarta - Aksi pencurian brankas di rumah kosong di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, dimuluskan para pelaku dengan cara menyalurkan pembantu ke rumah korbannya. Bahkan, sebagai kedoknya, mereka berpura-pura menjadi penyalur tenaga pembantu.

"Mereka seolah-olah membuka jasa penyalur pembantu, hanya tidak memasang pelang. Mereka menawarkan jasa pembantu dari mulut ke mulut saja," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Adalah tersangka Mualimin alias Imin (22), Nasekhatul Khasanah alias Seha (24), istri dari Imin, Sumarno (49), Sukiman alias Pakde (47) dan Sumarto alias Uda (36) serta R (DPO) dan B (DPO) yang melakukan aksi pencurian brankas dengan modus tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tersangka R ini menawarkan ke tetangga-tetangga korban, kalau mau cari pembantu sama dia saja. Dia promosikan dari mulut ke mulut," jelasnya.

Seha yang bertugas sebagai pembantu memiliki peran mengawasi kegiatan pemilik rumah. Saat pemilik rumah pergi, Seha memberitahukan kepada komplotannya untuk segera datang ke lokasi.

Tidak sampai berjam-jam, komplotan pelaku datang, kemudian menguras barang-barang berharga yang disimpan di dalam brankas dan cash box di rumah korban. Brankas kemudian dibawa ke Depok untuk selanjutnya dibongkar oleh tersangka Pakde.

Begitu juga dengan kelompok tersangka Y bin N (40), A alias AP (29), dan seorang perempuan berinisial S alias SR (38) yang ditangkap Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tersangka SR diajak oleh tersangka Y yang merupakan temannya.

"Tersangka SR diiming-imingi uang oleh tersangka Y," ungkapnya.

SR Cs bahkan diindikasikan tidak hanya sekali ini saja melakukan aksi kejahatan dengan modus berpura-pura sebagai pembantu ini.

"Kita indikasikan kelompok pertama ini bukan sekali, karena pada saat akan ditangkap, tersangka SR ini sedang akan melamar pekerjaan sebagai pembantu lewat jasa penyalur pembantu," jelasnya.

SR sendiri belum 1 minggu bekerja di rumah majikannya di Kelapa Gading Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Usai melakukan pencurian barang-barang berharga di rumah majikannya, SR bersama kedua temannya melarikan diri.

"Kemudian mereka membagi-bagikan hasil kejahatannya," ucapnya.

(mei/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads