Pembangunan MRT, Halte TransJ Masjid Agung Al Azhar Direlokasi

Pembangunan MRT, Halte TransJ Masjid Agung Al Azhar Direlokasi

- detikNews
Selasa, 28 Okt 2014 14:07 WIB
Pembangunan MRT, Halte TransJ Masjid Agung Al Azhar Direlokasi
Jakarta - Pekerjaan konstruksi proyek MRT Jakarta mulai memasuki area Jl Sisingamangaraja, Jaksel. Salah satu kegiatan yang akan dilakukan PT MRT Jakarta adalah merelokasi Halte TransJakarta Masjid Agung.

Direktur PT MRT Jakarta Dono Boestami dalam siaran pers, Selasa (28/10/2014) menyebutkan sebagai ganti Halte Masjid Agung akan dibangun 2 halte TransJakarta sementara di sisi timur di depan Al-Azhar dan sisi barat di ujung Jl Hang Tuah III.

Dono menjelaskan bahwa perubahan halte Transjakarta di Jalan Sisingamangaraja ini dilakukan untuk mempersiapkan area Sisingamangaraja untuk pekerjaan transisi jalur layang menuju bawah tanah nantinya. Selain itu, selama konstruksi nanti, area ini juga akan digunakan sebagai area pendukung untuk melakukan fabrikasi besi (workshop) dan pemasangan konstruksi besi di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perubahan halte bus Transjakarta di area Jl Sisingamaraja harus dilakukan untuk mendukung pembangunan stasiun MRT Sisingamangaraja," jelas Dono.

Pekerjaan pembongkaran halte Masjid Agung akan dilakukan mulai bulan November 2014. Namun demikian, saat ini pembangunan halte pengganti telah selesai dan diuji coba operasi sejak Senin (27/10/2014). Halte tersebut kemudian akan diserahterimakan secara resmi kepada Transjakarta pada Rabu (29/10/2014).

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta M. Nasyir menjelaskan bahwa untuk mengurangi dampak dari perubahan jalur TransJakarta tersebut, kontraktor OSJ JV (Obayashi-Shimizu-Jaya konstruksi joint venture) juga telah mengecat ‘karpet merah’ sebagai penanda jalur busway yang dialihkan dari median ke sisi jalan.

"Diharapkan, keberadaan karpet merah ini dapat diperhatikan oleh pengguna jalan untuk memberikan jalan kepada bus TransJakarta yang akan merapat ke halte di sisi jalan," kata Nasyir.

Jumlah lajur lalu lintas juga akan tetap dipertahankan (arah utara dan arah selatan masing-masing 4 lajur dengan 1 lajur busway mixed lane).

Selanjutnya pada bulan November, akan dilakukan persiapan pekerjaan struktur permanen. Dari pekerjaan itu akan terjadi pengurangan jumlah lajur pada arah utara dan selatan masing-masing arah berkurang 1 lajur (arah utara dan arah selatan masing-masing 3 lajur + 1 lajur busway).

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat selama proses konstruksi jalur layang MRT Jakarta ini berlangsung. Diharapkan kepada para pelintas kendaraan untuk mematuhi rambu-rambu dan juga mengikuti petunjuk petugas di lapangan," ujar Nasyir.

(nik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini