PBB akan Berada di Aceh Selama Masih Dibutuhkan
Jumat, 14 Jan 2005 14:41 WIB
Jakarta - PBB akan berada di Aceh selama masih dibutuhkan untuk menangani korban bencana gempa dan tsunami serta melakukan proses rehabilitasi di Aceh. PBB mengingatkan masalah krusial sekarang adalah bagaimana menguatkan koordinasi selama proses rehabilitasi di Aceh.Hal ini disampaikan Koordinator Khusus Bantuan Darurat PBB yang pembantu Sekjen PBB, Margareta Wahlstrom, menanggapi adanya pembatasan waktu bagi relawan asing di Aceh sampai 26 Maret 2004."Isu krusial yang mengemuka saat ini adalah bagaimana menguatkan koordinasi. Oleh karena kami sangat mendukung upaya pemerintah untuk menguatkan koordinasi yang ada selama proses rehabilitasi Aceh," katanya dalam jumpa pers di kantor PBB, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Jumat (14/1/2005).Lebih lanjut, soal tenggat waktu keberadaan pasukan dan relawan asing di Indonesia pada 16 Maret, Margaretta menyatakan masih menunggu sikap resmi dari pemerintah. "Kalau belum ada, kami akan tetap di sana selama dibutuhkan."Sementara tentang ketentuan melapor kepada aparat keamanan bagi relawan asing, Margareta menyatakan dapat memahaminya. "Kami mengaku memang ada implikasi dari penerapan sistem keamanan yang ketat. Namun kami dapat memahami hal tersebut," katanya. Margareta juga menyatakan bersedia bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung sistem keamanan di sana. "Sejauh ini tidak ada masalah dalam pembatasan akses."Dalam keterangan persnya Margaretta juga menjelaskan UNICEF telah mengirim 400 unit peralatan sekolah bagi pelajar ke Banda Aceh yang akan diikuti 70 sampai 75 truk bermuatan buku dan peralatan sekolah lainnya.PBB, melalui UNFPA, juga telah mengirimkan dua truk bermuatan peralatan medis ke Banda Aceh, dan tujuh lainnya akan menyusul dari Jakarta. PBB, bekerja sama dengan Depkes RI, juga telah melakukan imunisasi campak di Aceh.
(gtp/)











































