"Yang perlu saya perjelas biar clear bahwa ada 80 nama yang dikirim ke KPK dan lebih dari 10 yang diberi catatan. Oleh karena itu saya nggak bisa mengingatnya. Tapi kalau anda memberi saya waktu satu dua hari untuk membuka filenya lagi, Insya Allah akan saya buka dan saya beri tahu kepada anda (media)," kata Ketua KPK, Abraham Samad usai melantik Sekjen baru di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2014).
Saat ditanya apakah semua menteri yang dipilih Jokowi rekamnya bersih, Abraham belum bisa menjelaskan. Ketua KPK itu meminta waktu untuk kembali membuka data yang ada di pihaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau anda persilakan saya satu dua hari ke depan untuk menelisik, memeriksa kembali, mungkin saya bisa melakukan itu. Kalau hari ini saya belum periksa ulang," tegasnya.
Lalu benarkah semua menteri yang dipilih Jokowi bersih?
"Saya kurang ingat jadi saya harus memastikannya ya karena ini konsekuensinya hukum, jadi saya nggak bisa mereka-reka. Oleh karena itu saya harus lihat ulang. Tapi apapun menurut saya apakah ada yang diberi catatan dipilih atau nggak, bukan berarti bahwa orang yang tidak diberi catatan akan clear sama sekali," tutur Samad.
(kha/mad)











































