SDA: Lukman Hakim Dipilih Bukan Karena PPP, Tapi Profesional

SDA: Lukman Hakim Dipilih Bukan Karena PPP, Tapi Profesional

- detikNews
Senin, 27 Okt 2014 16:20 WIB
SDA: Lukman Hakim Dipilih Bukan Karena PPP, Tapi Profesional
Jakarta - Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali memberikan apresiasi pada Presiden Joko Widodo yang telah mempercayakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Lukman Hakim Saefuddin menjabat sebagai Menag dalam Kabinet Kerja. SDA mengaku bangga atas terpilihnya Lukman.

"Saya selaku Ketum PPP, ingin mengucapkan selamat secara khusus kepada Pak Lukman Hakim yang telah dilantik menjadi Menteri Agama, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Presiden Joko Widodo yang telah berikan kepercayaan kepada kader PPP, kami terima β€Žkasih dan bangga," kata SDA saat menggelar jumpa pers di Gedung DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakpus, Senin (27/10/2014).

Menurut SDA, diangkatnya Lukman Hakim tersebut bukan berarti partai berlambang kakbah itu bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat. Sebab, terpilihnya Lukman bukan dari PPP, melainkan karena profesionalitas dan kemampuan Lukman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diangkatnya Pak Lukman Hakim, bukanlah permintaan secara resmi dari Presiden Jokowi atau pengajuan secara resmi dari PPP ke presiden. Dengan demikian, keberadaan Pak Lukman sebagai Menteri Agama adalah karena profesionalitasnya, kemampuannya, karena memang beliau diperlukan oleh presiden Jokowi, Dengan demikian, PPP belum berpindah ke mana-mana," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, SDA juga menyampaikan bahwa Muktamar Romi Cs di Surabaya beberapa waktu lalu tidak sah. Pihaknya akan menggelar Muktamar pada tanggal 30 Oktober sampai 2 November (2014) mendatang di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Majelis Syariah mengkoordinasikan rapat dengan DPP PPP yang dihadiri oleh Majelis Perimbangan, oleh Sekretaris Majelis Partai, telah menetapkan, Muktamar 15 oktober di Surabaya tidak sah. Muktamar yang sah akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober sampai 2 November 2014," katanya.

Menurut SDA, Muktamar yang akan digelar itu bukanlah Muktamar Islah, melainkan Muktamar yang memiliki misi islah antara dua kubu yang bertikai.

"Muktamar tanggal 30 (Oktober) tidak disebut sebagai Muktamar islah, karena dalam ad/art tidak ada termimologi Muktamar islah, tapi yang ada adalah Muktamar biasa. Tetapi pada tanggal 30 Oktober nanti itu, Muktamar memiliki misi islah," tuturnya.

(idh/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads