Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (27/10/2014) sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga dia ditusuk perampok. Istri menyebut korban membawa uang jutaan rupiah.
Korban diketahui bernama Muldjono (sebelumnya ditulis Muliono). Istrinya, Wati (54), di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, mengatakan, suaminya keluar rumah tanpa ada pembicaraan apapun.
"Saat suami keluar, saya lagi masak. Tapi memang biasanya, dua minggu sekali setiap hari Senin setor uang ke Bank Permata," kata Wati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat dilakukan visum, dokter menemukan dua lembar cek bernilai Rp 100 juta dan Rp 19 juta. Selain ada uang kontan dalam saku celana Rp 6.750.000, ada dua buku tabungan dan 3 kartu kredit," kata Wati.
Terkait kepastian tewasnya korban, menurut pihak RSUD Pekanbaru, Erwin Taslim mengatakan, memang tidak ada bekas luka benda tajam maupun senjata api.
"Luka-luka yang ditemukan di tubuh korban terdapat di bagian kepala. Banyaknya darah di lokasi kejadian, ini disebabkan karena adanya retak bagian tengkorak bagian depan," kata Erwin Taslim.
Terpisah, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Robert Harianto, mengungkapkan korban tewas merupakan warga Jl Kina, Kel Tangkerang Utara, Kec Bukit Raya, Pekanbaru. Hasil visum menunjukkan korban tewas karena benturan di kepala.
"Jadi bukan karena ada luka tusuk benda tajam," kata Robert.
Menurut keterangan saksi mata, saat naik motor, korban ditarik bajunya oleh pelaku perampokan. Saat itulah, korban terjatuh dan terbentur ke aspal di Jl Sudirman, Pekanbaru.
"Ini sudah keterlaluan. Saya sudah perintahkan anggota untuk segera memburu pelaku," kata Robert.
(cha/try)











































