Romi Hadiri Pelantikan Kabinet Jokowi, Ini Kata Loyalis Suryadharma Ali

Romi Hadiri Pelantikan Kabinet Jokowi, Ini Kata Loyalis Suryadharma Ali

- detikNews
Senin, 27 Okt 2014 13:08 WIB
Romi Hadiri Pelantikan Kabinet Jokowi, Ini Kata Loyalis Suryadharma Ali
Jakarta - Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) terlihat menghadiri pelantikan menteri-menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Loyalis kubu yang berseberangan, yakni kubu Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, santai menanggapi.

"Datang atau tidak, itu kan hak," kata loyalis Suryadharma, Achmad Dimyati Natakusumah, kepada detikcom, Senin (27/10/2014).

Dimyati menyatakan Ketum Suryadharma memang tak menghadiri pelantikan kabinet di Istana Negara. Mantan Wakil Ketua MPR itu memperkirakan sejumlah sebabnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak SDA (Suryadharma) nggak masalah mau datang atau nggak, tergantung undangan, situasi, dan mungkin ada halangan," kata Dimyati.

Meski kubu Suryadharma tidak menghadiri pelantikan kabinet, yang salah satu kursi menteri di dalamnya diisi kader PPP Lukman Hakim Saifuddin, namun Dimyati mengaku sudah mengirim SMS ke Lukman. Kader PPP itu telah dilantik menjadi Menteri Agama kembali.

"Saya mengucapkan selamat untuk Pak Lukman, lewat SMS," kata Dimyati.

Romi yang menghadiri pelantikan Lukman di Istana Negara telah menyatakan Lukman bukan lagi Wakil Ketua Umum PPP. Namun Dimyati tak setuju dengan pernyataan Romi dengan menegaskan Lukman masih sebagai Waketum PPP.

"Kata siapa (Lukman sudah bukan Waketum PPP) ? Pak Lukman itu masih Waketum. Romi nggak patuh kepada Majelis Syariah," kata Dimyati.

Meski Lukman masih sebagai Waketum PPP, namun Dimyati meyakini Lukman tak bakal berat melepas jabatan Waketum PPP itu. Lukman dinilainya selalu lurus menjalankan amanat, dan Jokowi telah memerintahkan agar elite partai politik yang jadi menteri agar menanggalkan jabatan parpolnya.

"Pak Lukman itu saya lihat lurus-lurus. Karena di versinya Presiden sekarang (Jokowi), tidak ada pengurus tinggi partai jadi menteri. Presiden bilang harus para menteri harus fokus," tutur Dimyati.

(dnu/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini