"Datang atau tidak, itu kan hak," kata loyalis Suryadharma, Achmad Dimyati Natakusumah, kepada detikcom, Senin (27/10/2014).
Dimyati menyatakan Ketum Suryadharma memang tak menghadiri pelantikan kabinet di Istana Negara. Mantan Wakil Ketua MPR itu memperkirakan sejumlah sebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kubu Suryadharma tidak menghadiri pelantikan kabinet, yang salah satu kursi menteri di dalamnya diisi kader PPP Lukman Hakim Saifuddin, namun Dimyati mengaku sudah mengirim SMS ke Lukman. Kader PPP itu telah dilantik menjadi Menteri Agama kembali.
"Saya mengucapkan selamat untuk Pak Lukman, lewat SMS," kata Dimyati.
Romi yang menghadiri pelantikan Lukman di Istana Negara telah menyatakan Lukman bukan lagi Wakil Ketua Umum PPP. Namun Dimyati tak setuju dengan pernyataan Romi dengan menegaskan Lukman masih sebagai Waketum PPP.
"Kata siapa (Lukman sudah bukan Waketum PPP) ? Pak Lukman itu masih Waketum. Romi nggak patuh kepada Majelis Syariah," kata Dimyati.
Meski Lukman masih sebagai Waketum PPP, namun Dimyati meyakini Lukman tak bakal berat melepas jabatan Waketum PPP itu. Lukman dinilainya selalu lurus menjalankan amanat, dan Jokowi telah memerintahkan agar elite partai politik yang jadi menteri agar menanggalkan jabatan parpolnya.
"Pak Lukman itu saya lihat lurus-lurus. Karena di versinya Presiden sekarang (Jokowi), tidak ada pengurus tinggi partai jadi menteri. Presiden bilang harus para menteri harus fokus," tutur Dimyati.
(dnu/erd)










































