Refly Harun: Kabinet Kerja Penuhi 40 Persen Keinginan Publik

Refly Harun: Kabinet Kerja Penuhi 40 Persen Keinginan Publik

- detikNews
Senin, 27 Okt 2014 07:48 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran pembantunya yang diberi nama Kabinet Kerja dengan komposisi 21 orang profesional murni dan 13 lainnya dari partai politik. Pakar hukum tata negara Refly Harun menilai kabinet tersebut memang tak seratus persen memenuhi keinginan publik.

"Kalau saya bilang ya sejuta rasanya ketika diumumkan. Maksudnya adalah tak bisa kita bilang ini 'the dream team', tapi kabinet ini juga tidak jelek-jelek amat. Kalau boleh menilai sih 40% sudah memenuhi keinginan publik," ujar Refly mengawali perbincangan dengan detikcom, Minggu (26/10/2014).

Refly melihat masih ada faktor eksternal yang berpengaruh terhadap penyusunan kabinet. Meski demikian hal yang perlu diapresiasi adalah Presiden Jokowi tak memasukan orang cacat hukum ke kabinetnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nama yang bermasalah tak dijadikan menteri itu sangat bagus. Nama yang disebut-sebut terkait kasus HAM pun tidak masuk dalam susunan kabinet. Para Ketua Umum partai yang sarat akan kepentingan politik juga tidak ada yang masuk sama sekali. Ini harus diapresiasi," imbuh Refly.

Mantan anggota tim pakar Seleksi Menteri detikcom ini pun mengajak publik untuk mengawal kebijakan Kabinet Kerja. Tentunya Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla beserta jajaran pembantunya harus benar-benar 'berlari' dalam seratus hari pertama.

"Kalau kita bilang 100 hari pertama harus mundur tentu itu tidak mungkin karena menteri itu hak prerogatif Presiden. Tetapi para menteri harus menjawab keraguan publik dalam waktu singkat," pungkas Refly.

(bpn/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads