"Saya nggak berpendidikan sedangkan kebanyakan kabinet profesor. Orang boleh berpikir, tapi kalau boleh saya mengklaim seorang profesional," kata Susi saat jumpa pers di hotel Grand Hyaat, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Minggu (26/10/2014).
Ia mengerti saat namanya diwacanakan sebagai menteri kabinet Jokowi-JK, banyak yang menyoroti rekam edukasinya yang terhenti di bangku SMA. Namun, perkembangan bisnisnya di bidang pesawat dan dunia perikanan membuatnya merasa cukup profesional di bidangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jumpa persnya, ia bercerita tentang perjalanan karier bisnisnya. Terlihat matanya berkaca-kaca. Ia pun sesekali mengelap air matanya dengan tisu.
Ia mengenang dirinya sebagai seorang pemimpin yang out of the box. Banyaknya penghargaan yang diterimanya dinilainya sebagai pengakuan dan penerimaan masyarakat dan dunia usaha dengan 'kegilaannya'.
"Kalau Pak Jokowi berani begitu, kenapa saya tidak?" ucapnya.
Ia menjelaskan posisi menteri yang diberikan Jokowi sempat membuatnya ragu. Namun, ia memilih berhenti dari seluruh jabatan bisnisnya untuk fokus bekerja sebagai menteri.
"Saya hari ini resmi resign dari semua jabatan saya ," pungkasnya.
(bil/jor)










































