Din Syamsuddin Tak Sepakat 1 Muharram Sebagai Hari Santri, Ini Alasannya

Din Syamsuddin Tak Sepakat 1 Muharram Sebagai Hari Santri, Ini Alasannya

- detikNews
Minggu, 26 Okt 2014 12:40 WIB
Din Syamsuddin Tak Sepakat 1 Muharram Sebagai Hari Santri, Ini Alasannya
Jakarta - Presiden Joko Widodo menjanjikan 1 Muharram sebagai Hari Santri pada saat kampenya Pilpres dulu. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, tidak sepakat dengan usulan tersebut. Ini alasannya.

"Hari santri itu baik, tapi jangan dikaitkan dengan 1 Muharram. Jadi, 1 Muharram sebagai hari santri, saya pribadi kurang setuju. Ini menyempitkan, mereduksi makna 1 Muharram yang lebih luas,β€Ž karena bukan dimiliki hanya oleh santri, non santri pun merasa memiliki satu muharram, maka saya tidak sepakat kalau 1 Muharram dijadikan hari santri," ujar Din di sela perayaan tahun Baru Islam di Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (26/10/2014).

"Hari santri silakan diadakan, cari hari-hari lain, saya tidak tahu mana yang tepat, biarlah nanti pemerintah memutuskan. 1 Muharram ini hari kita semua, umat Islam sedunia, jangan dipersempit jadi hari kelompok tertentu atau hari santri saja, tapi hari santri karena sudah menjadi janji kampanye, silakan dilaksanakan," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Din menyerahkan penetapan usulan Hari Santri kepada pemerintah yang baru, karena hal tersebut sempat disinggung saat kampanye Pilpres dulu.

β€Ž"Hari santri itu adalah usul aspirasi pada saat kampanye Pilpres, maka kita serahkan pada presiden. Cuma tidak harus sekarang, enggak mungkin presiden pemerintahannya belum terbentuk, kemudian harus ada Kepres Hari Santri," kata Din di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/10/2014).

Kendati begitu, Ketua Umum Ormas Muhammadiyah itu menyatakan tidak setuju jika 1 Muharram dijadikan sebagai Hari Santri. Sebab akan menyempitkan makna 1 Muharram yang luas.

(idh/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads