"Pembentukan kabinet, postur dan personelnya kita serahkan kepada presiden. Kapannya, masyarakat luas harus bersabar, tak perlu harap cemas antara pro dan kontra. Yang kita amati, kali ini menempuh pendekatan baru dengan meminta rekomendasi pihak luar," ujar Din usai acara peluncuran TV MUI di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014).
Din menilai Jokowi saat ini sedang bekerja untuk memastikan calon-calon menteri tidak ada yang terindikasi korupsi. Keseriusannya tersebut dapat dilihat dari permintaan Jokowi kepada PPATK, KPK, dan DPR untuk ikut memberi masukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarlah Pak Jokowi mengisi 14 hari (kesempatan). Presien sedang membuktikan bahwa dia menggunakan hak prerogatif dengan tak semena-mena ada konsultasi," imbuhnya.
Dia menilai, jika mengingat pesan Jokowi 'kerja, kerja, dan kerja' sebaiknya orang-orang yang duduk di kabinet menteri adalah benar-benar orang yang bisa bekerja. Kabinet Jokowi, lanjut Din, harus diisi oleh orang-orang yang ahli, profesional, dan berintegritas moral.
"Jika seperti itu, saya yakin akan mengubah wajah Indonesia 5 tahun ke depan," kata Din.
(sip/aan)











































