"Saya pribadi bersedia, tapi saya harus melihat prinsip organisasi," ujar Din usai meluncurkan TV MUI di gedung MUI Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014).
Din menjelaskan, posisinya saat ini sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah begitu mahal. Jika memang namanya menjadi salah satu menteri Jokowi, dia akan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada organisasi yang dipimpinnya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin melepaskan jabatan di Muhammadiyah," kata Din.
Dia menjelaskan jabatan apapun bisa menjadi anugerah sekaligus musibah. Dalam bekerja baginya yang terpenting adalah mencapai kemaslahatan umat.
Berjuang, lanjut Din, tidak hanya bisa dilakukan di dalam pemerintahan. Aktif dalam organisasi juga menjadi perjuangan yang tak bisa diremehkan.
Meski begitu, Din mengaku hingga saat ini tidak ada permintaan langsung dari Presiden Jokowi untuk dia menjadi menteri.
"Tidak ada atau belum ada permintaan untuk menduduki posisi di kabinet," kata Din.
(sip/aan)










































