"Salah satu naskah yang dipamerkan, yakni Panji Angreni menjadi salah satu unggulan untuk diajukan sebagai ikon memory of nation dan memory of the world," kata Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Welmin Sunyi Ariningsih dalam acara pembukaan pameran cerita Panji di Perpusnas RI, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2014) malam.
Panji Angreni merupakan naskah yang beredar di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Cerita versi Palembang ini terbilang paling lengkap dan detil, sehingga akan diajukan sebagai warisan budaya dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin karena pada awalnya cerita rakyat Panji ini tertutup di kalangan masyarakat Jawa Timur sebelum akhirnya menyebar melalui penuturan lisan hingga ke wilayah Melayu bahkan Asia," kata budayawan Taufik Razhen yang turut hadir dalam acara tersebut.
Untuk itulah Perpusnas RI memilih tema cerita kuno Panji dalam pameran tahunan ini. Naskah yang memuat cerita Panji, saat ini tersimpan diberbagai perpustakaan museum dan pusat dokumentasi. Namun sebagian masih menjadi koleksi pribadi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dan negara-negara tetangga.
"Oleh karena itu bagi masyarakat yang masih memiliki naskah kuno Panji, kami imbau untuk menyerahkannya kepada Perpusnas RI," ujar Welmin.
(kff/rmd)











































