Pangdam V Brawijaya: Gayatri Dimakamkan di Taman Bahagia, Bukan di TMP

Gayatri 'Si Anak Ajaib'

Pangdam V Brawijaya: Gayatri Dimakamkan di Taman Bahagia, Bukan di TMP

- detikNews
Jumat, 24 Okt 2014 16:02 WIB
Pangdam V Brawijaya: Gayatri Dimakamkan di Taman Bahagia, Bukan di TMP
(Foto: Twitter @GayatriWhisnu)
Jakarta -

Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal Eko Wiratmoko yang pertama kali menemukan bakat Gayatri Wailissa meralat informasi bahwa Gayatri akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ambon. Gayatri akan dimakamkan di Taman Bahagia, bukan di TMP Ambon.

"Bukan (TMP), Gayatri akan dimakamkan di Taman Bahagia Ambon," kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko meluruskan informasi sebelumnya saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (24/10/2014).

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Gayatri, sedang berolah raga pagi di Taman Suropati pada Kamis (23/10/2014) pagi. Tiba-tiba, Gayatri merasa pusing, kemudian minum hingga tiba-tiba terjatuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Olah raga pada Kamis pagi di Taman Suropati. Nggak ada (riwayat penyakit), nggak ada tanda-tanda sama sekali," imbuh Eko.

Pembuluh darah otak Gayatri yang pecah, imbuh Eko, adalah pembuluh darah otak besar. Sehingga dokter memutuskan untuk mengoperasi bagian kepala Gayatri.

"Sempat dioperasi, dengan harapan mau diambil darahnya supaya tidak menekan saraf otak. Saat itu memang nggak bisa, karena otak sudah penuh darah dan tertekan. Ini seperti stroke tiba-tiba, dokter juga bingung. Baru ada kejadian seperti ini," tutur dia.

Bakat Gayatri diketahui Eko saat Gayatri SMA kelas 2 atau sekitar umur 16 tahun. Saat itu, Eko yang menjabat Pangdam XVI/Pattimura melihat kemampuan Gayatri di TV.

"Saya lihat ini kan orang Ambon, jadi saya ajak melaksanakan kegiatan yang ada di Kodam. Nggak (angkat) anak ya, saya rekrut, kami bantu keperluannya dia. Kami melihat anak seperti itu bagusnya, masa nggak ada yang mau cawe-cawe. Daripada diambil orang asing, kami yang ngopeni (merawat-red). Kita bantu apa kebutuhannya yang bisa dibantu. Kalau beasiswa itu dari negara," jelas Eko.

Di Jakarta, Gayatri menurutnya akan bersiap untuk diangkat menjadi siswa kehormatan di universitas di Thailand atau Nepal. "Itu yang mengetahui Deplu. Sudah masuk Deplu. Dia kan sering dijadikan ikut-ikut ke luar negeri, jadi duta dari Indonesia," tuturnya.

Eko sangat kehilangan Gayatri. Menurutnya, Gayatri adalah anak dengan bakat luar biasa.

"Gayatri anak luar biasa, nggak ada di Indonesia, saya sangat kehilangan. Bayangin, orang Indonesia belum ada yang bisa 14 bahasa aktif, baru Gayatri," kenang Eko. Orang yang menguasai lebih dari 4 bahasa seperti Gayatri disebut polyglot.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads