"Aspek pertumbuhan ekonomi, anggaran, kebangsaan, pendidikan, ada juga UMKM," kata Nasir saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/10/2014).
Saking banyaknya materi obrolan yang dibicarakan Jokowi, Nasir sampai tak bisa mengerti apa yang diinginkan oleh Presiden Jokowi dari dirinya. Nasir pun hanya sesekali bicara. "Memang berat dan banyak masalah bangsa ini ya, Pak," kata Nasir merespons sejumlah materi obrolan dari Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, 27 Juni 1960 pada 29 September 2014 lalu terpilih sebagar Rektor Universitas Diponegoro Semarang dan baru dilantik pada Desember nanti. Dia dikenal sebagai pakar anggaran. Tak heran ketika terpilih sebagai rektor salah satu prioritas utama yang akan dia selesaikan adalah soal anggaran di kampus.
Ayah dari empat anak itu juga dikenal memiliki jaringan luas. Dia juga dikenal dekat dengan mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Suara Nasir di ormas Islam tak bisa diabaikan, khususnya di kalangan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.
(erd/nrl)











































