"Bahkan bermimpi pun tidak," kata Nasir saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/10/2014). Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, 27 Juni 1960 itu itu kemudian menceritakan kisah pemanggilan dia ke Istana.
Nasir menerima sebuah pesan pendek dari seorang yang mengaku sebagai protokoler Istana. Dia kemudian menelepon balik dan memastikan bahwa yang menelepon adalan benar protokoler Istana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama Wakil Ketua Umum PKB Marwan Jafar dan Muhammad Hanif Dhakiri mereka kemudian menuju Istana Merdeka bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Apa isi pertemuan antara Presiden dengan Nasir yang dikenal sebagai pakar anggaran di Universitas Diponegoro ini?
(erd/nrl)











































