Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggebrak meja saat rapat dengan buruh soal UMP DKI. Dikonfirmasi, Ahok menjelaskan saat itu ia memang sangat kesal dengan buruh. Namun ia mengatakan, yang ia lakukan bukannya menggebrak meja.
"Enggak, aku enggak gebrak meja. Itu botol. Kesal saja. Habis ngototnya itu plin-plan tau gak," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2014). Hal ini dikatakannya sambil memperagakan menggenggam botol di kedua tangannya lalu menghempaskannya ke bawah.
Sebelumnya, Kamis (23/10) siang kemarin Ahok menerima sekitar 20-an perwakilan buruh. Mereka rapat selama sekitar satu jam. Ketika di dalam ruangan suara Ahok sempat meninggi bahkan sampai terdengar ke luar ruangan. Menurut salah seorang yang ikut di ruang rapat, Ahok sempat menggebrak meja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya saat itu seharusnya masalah survey KHL sudah selesai. Tapi kekesalannya memuncak ketika buruh protes soal komponen buah-buahan pisang dan pepaya yang dianggap membuat nilai KHL jadi lebih rendah.
Dia mengungkapkan metode penghitungan KHL di DKI memang berbeda dengan yang dipakai Tangerang yakni pakai sistem rata-rata. Misalnya soal daging, dalam item KHL daging DKI Jakarta dihitung atas dasar rata-rata harga daging sapi dan daging ayam sebesar Rp 47.000 per bulan sementara di Tangerang item daging hanya dihitung daging sapi.
"Mereka enggak mau daging dirata-ratain. Lagian emang kamu mau makan daging sapi doang? Ya enggak kan, mesti fair dong. Kebutuhan protein hewani itu kan bisa ayam bisa sapi, jadi diambil rata-rata. Kayak buah, dibilang gara-gara pepaya jadi murah. Memangnya pepaya sama pisang bukan buah-buahan. Saya juga makan buah pepaya sama pisang tiap hari walaupun saya punya uang operasional gede. Saya enggak beli buah import," jelas Ahok.
"Mereka itu gini persoalannya dia targetnya mesti naik 30% jadi supaya naik, item KHL itu diatur-atur. Kadang-kadang ini dimain-mainin. Makanya saya bilang, kalau kayak gitu saya enggak bisa belain kalian. Saya setuju kalau mau dinaik-naikin, tapi mesti fair supaya saya bisa tanggungjawab ngomong depan orang," pungkas Ahok.
(ros/kha)











































