KSAD: Pengiriman Bantuan Asing Harus Dikawal TNI
Jumat, 14 Jan 2005 02:29 WIB
Banda Aceh - Kepala Staff Angkatan Darat Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menegaskan, pengaturan mengenai pengiriman bantuan oleh relawan dan negara asing memang diperlukan. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pengiriman bantuan perlu dijaga dan dikawal oleh pihak TNI."Untuk perjalanan bantuan logistik dan tentara asing, perlu dikawal dan dijaga. Jangan sampai mereka ditembak orang," jelas KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu kepada wartawan, ketika mengikuti kegiatan satu batalion Kodam I/Bukit Barisan yang sedang membersihkan Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Kamis (13/1/2005).Pengamanan ini penting, jelas KSAD, sebab kontak senjata dengan GAM memang masih terjadi. Seperti dikatakan KSAD beberapa waktu lalu, selama dua minggu pasca tsunami, di Aceh telah terjadi 34 kontak senjata yang menewaskan 101 anggota GAM. Dari laporan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya, lanjut KSAD, ternyata di Pantai Barat telah ada anggota GAM yang ditembak mati. "Kita dapatkan dua karung beras dan belasan kotak mie instan. Berarti diasudah mengambil makanan pengungsi, barusan Pangdam dari sana," ungkapnya.Menurut KSAD, dengan kejadian tersebut, tentu semua harus waspada. Kontak senjata yang mencapai angka 34 menunjukkan bahwa daerah konflik seperti Aceh itu sangat rawan, apalagi bagi relawan dan tentara asing. "Saya sudah berulang-ulang menghimbau agar GAM menghentikan aktivitasnya dan mau bekerjasama untuk membantu rakyat Aceh yang terkena musibah. Semuanya mau begitu, presiden juga maunya begitu. Tapi, bandel juga akibatnya," kata Ryamizard.Bertemu KSAD SingapuraHal tersebut juga diungkapkan Ryamizard dalam pertemuannya dengan Chief of Army (KSAD) Singapura Mayjen Desmond Kwek di Bandara Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, malam ini. Dalam pertemuan tersebut, Desmond memberikan penjelasan kegiatan prajurit Singapura di Aceh, termasuk soal bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.Desmond meminta agar bisa diberikan akses untuk membuat pos-pos kemanusiaan di Meulaboh, Aceh Barat dan siap membantu pihak TNI untuk merehabilitasi infrastruktur di Meulaboh bila tugasnya di Aceh selesai. KSAD memang mengharapkan agar infrastruktur di Meulaboh, Calang, Lamno menuju Banda Aceh kembali normal. Saat ini, jelas KSAD, di jalur Banda Aceh-Meulaboh ada sekitar 34 jembatan yang rusak berat. "Kalau pun Singapura mau membantu, TNI mengharapkan bantuan pembuatan Jembatan Bailey," ujarnya.
(ast/)











































