Dampak Rusuh Suporter, Polisi Larang Piala Soeratin Digelar di Solo

Dampak Rusuh Suporter, Polisi Larang Piala Soeratin Digelar di Solo

- detikNews
Jumat, 24 Okt 2014 06:58 WIB
Dampak Rusuh Suporter, Polisi Larang Piala Soeratin Digelar di Solo
Solo - Pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan Piala Soeratin yang sedianya akan digelar 27-30 Oktober mendatang di Stadion Manahan. Kejuaraan sepak bola junior tersebut akhirnya dipindahkan ke Jember. Polresta Surakarta meminta semua pihak untuk memahami kondisi demi menjaga kondisivitas Kota Solo dengan mematuhi anjuran polisi.

"Tidak mendapat izin dari kepolisian. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Jember United Jr dan dipastikan mereka siap untuk menerima pemindahan lokasi pertandingan. Kami akan segera berkoordinasi dengan PSSI untuk pemidahan lokasi pertandingan," ujar pengurus Persis Solo, Sapto J Purwadi, Jumat (24/10/2014) pagi.

Sebelumnya Solo telah ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Soeratin tahun 2014 ini. Kesebalasan yang akan berlaga adalah PSS Sleman Junior (Jr), Ascab Sintang Kalbar dan Jember United Jr, dan Persis Jr selaku tuan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Intelkam Polresta Surakarta, Kompol Fachruddin membenarkan pihaknya telah melakukan evaluasi perizinan pertandingan Piala Soeratin. Dengan demikian maka polisi meminta agar memindahkan lokasi pertandingan. Ditegaskan, evaluasi itu dilakukan terkait dengan rusuh suporter vs polisi saat pertandingan antara Persis Solo dengan Martapura FC yang menewaskan 1 orang dan melukai belasan orang lainnya.

Bukan hanya pertandingan sepakbola, Fachruddin juga megatakan semua kegiatan yang mendatangkan atau mengumpulkan massa dalam jumlah banyak harus ditunda dalam tiga hingga empat bulan ke depan. Polisi mengkhawatirkan kerusuhan dua hari lalu masih membawa imbas yang kurang baik bagi situasi di Kota Solo.

"Kami mengimbau semua kegiatan yang mengumpulkan massa ditunda dulu, sekitar tiga atau empat bulan. Kami berharap semua pihak bisa memahaminya. Kami juga telah melarang penyelenggaraan acara musik dangdut yang berpotensi mengumpulkan banyak massa, karena penggemar kelompok musik itu kebanyakan juga para suporter bola," kata dia. 

(mbr/kha)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini