"Muhammadiyah tidak akan lari dari panggilan negara," kata Hajriyanto usai menghadiri milad ke-86 Nasyiatul Aisyiyah di taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2014).
Menurutnya, Presiden Jokowi merupakan pilihan rakyat, sehingga Muhammadiyah tidak akan menolak apabila diminta mengisi kursi Menteri Agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kembali ia menyerahkan setiap keputusan pembentukan kabinet ditangan Presiden Jokowi. Siapapun yang nanti menjadi Menteri Agama, Muhammadiyah tidak akan mempersoalkan.
"Bagi Muhammadiyah Menteri Agama itu adalah menteri semua agama di indonesia, bukan menteri agama islam saja, tapi Menteri Agama yang diakui di Indonesia. Sekaligus menteri agama NU, Muhammadiyah, Syiah, Ahmadiyah, dan semua aliran. Tidak diharuskan menteri agama dari NU atau Muhammadiyah," terangnya.
(tfn/kha)











































