2 Kakek Saling Tonjok Gara-gara Omelan, 1 Meninggal Dunia

2 Kakek Saling Tonjok Gara-gara Omelan, 1 Meninggal Dunia

- detikNews
Kamis, 23 Okt 2014 18:02 WIB
2 Kakek Saling Tonjok Gara-gara Omelan, 1 Meninggal Dunia
Ilustrasi
Manado - Wajah LR alias Lucky (65), terlihat bingung saat berada di Mapolresta Manado. Warga Perum Bumi Kilu Permai Kelurahan Paniki Satu Kecamatan Mapanget tidak menyangka bakal menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan.

Kakek bercucu satu ini ditetapkan tersangka setelah tonjokan ke wajah Rolly Wongkar (64), menyebabkan tetangganya itu meregang nyawa. Korban meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

"Saya tak menyangka bisa jadi begini, kejadiannya sangat cepat dan dia (korban) terlihat baik-baik saja," sesal Lucky kepada detikcom, Kamis (23/10/2014) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia lalu menceritakan awal perkelahiannya dengan korban. Saat dia baru pulang membeli ikan masak dari warung makan tak jauh dari rumahnya, Selasa (21/10/2014) siang. Korban dari sebelah mengomel serta menantangnya berkelahi.

"Siapa yang tak naik emosinya, ikan saya bawa masuk dan kembali ke depan dan bilang kamu nantang saya berkelahi? Dia jawab siapa yang takut," terang mantan petinju amatir di era tahun 1960-an ini.

Lanjutnya, karena korban sudah memasang kuda-kuda dan mulai menyerang, ia pun langsung bersiap dan melayangkan tonjokan yang mengena ke pipi kiri korban hingga terjatuh ke aspal. Saat itu, korban mencoba bangkit dengan ditolong sopir kanvas bersama kernetnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.

"Saya sempat bilang kita damai saja, tapi korban bilang satu-satu. Pukulannya juga kena ke bibir saya," katanya sambil menunjuk ke bibir bagian atas.

"Saya kaget ketika pagi tadi polisi jemput saya di rumah dan bilang korban sudah meninggal dunia," tambahnya.

Kasus ini sendiri dilaporkan anak korban, Steven Wongkar (37) ke Polresta Manado, Kamis dinihari tadi. Menurutnya, ketika anaknya memberitahu kakeknya baru saja berkelahi, dia langsung mendatangi rumah ayahnya. Saat itu ayahnya sedang duduk sambil mengeluh kepala sakit dan mual.

Karena mengira sakit maag, dia lalu memberikan obat maag hingga ayahnya tertidur. Tapi keesokan paginya, ayahnya malah tak sadarkan diri hingga harus dirawat di Rumah Sakit Pancaran Kasih.

"Tapi papa hanya bertahan sebentar, hanya sekitar 2 jam saja dan meninggal sekitar pukul 10.10 WITA," kata Steven.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Dewa Made Palguna membenarkan adanya kejadian itu. "Tersangka sudah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik," terangnya.

Katanya, tersangka bakal dikenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP, sesuai dengan perbuatannya. "Ancamannya 7 tahun penjara," pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Minahasa ini.

(try/try)


Berita Terkait