Jadi Calon Ketum PAN, Din Tunggu Izin Muhammadiyah

Jadi Calon Ketum PAN, Din Tunggu Izin Muhammadiyah

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2005 18:33 WIB
Surabaya - Din Syamsuddin masih belum menyatakan secara resmi bersedia atau tidak menjadi calon ketua umum PAN. Sebagai kader Muhammadiyah, Din akan bersikap sesuai keputusan PP Muhammadiyah. "Sebagai kader Muhammadyah saya sangat memegang etika dan tergantung kepada Muhammadyah. Sebab kalau lari dari amanah itu tidak etis. Apalagi saat ini, banyak sekali kader Muhammadiyah maupun ormas lslam lain yang mendukung saya. Kalau saya terima di PAN, nanti mereka mencabut dukungan kepada saya," ungkap Din saat bertemu 17 DPW PAN di Hotel Shangri-la, Surabaya, Kamis (13/1/2005). Din yang kini menjabat Sekjen MUI ini juga mengaku, di gerakan kultural umat kebangsaan, banyak ormas Islam maupun MUI yang mendukung dirinya. Bahkan saat ini terjadi pro dan kontra terhadap pencalonan dirinya sebagai ketua umum PAN."Sampai-sampai kader Muhammadyah yang saat ini berada di partai lain menyatakan akan pulang kandang apabila dirinya maju menjadi calon ketua umum PAN," lanjut Din. Seandainya dirinya siap maju menjadi calon ketua umum PAN, kata Din, itu karena PAN dianggap sebagai partai yang besar dan moderen serta mempunyai platform yang bagus, terbuka dan mempunyai titik tolak Islam. Din juga menganggap PAN merupakan salah satu partai politik yang mempunyai masa depan yang bagus di Indonesia serta mempunyai basis dukungan yang riil, yaitu massa Muhammadyah dan merupakan kaum terdidik. "Untuk itu, apabila PAN dikelola secara baik seperti adanya manajer politik yang handal, operator politik yang piawai dan komunikator yang baik, tentunya PAN bisa besar di masa yang akan datang dan menjadi partai yang modern," ungkap Din Din juga mengungkapkan, dalam memilih seorang calon pemimpin, diharapkan tidak terjebak dalam figur tertentu, tapi harus dilihat dari konsep kepemimpinan yang relevan. Sementara itu menanggapi adanya wacana koalisi 2D yang dilontarkan salah seorang kandidat calon ketua umum lainnya Didik J Rachbini, Din Syamsuddin mengatakan, hal itu merupakan sesuatu yang wajar dalam melakukan proses politik praktis. "Apabila di dalam 2D salah satu adalah saya, tapi saya tidak mempunyai kelompok apalagi tim sukses dan sampai saat ini dirinya belum mengeluarkan sikap pribadi dalam hal terjun ke politik praktis lewat Partai Amanat Nasional," jelas Din. (asy/)


Berita Terkait