Pilot Pesawat dari Darwin yang Nyelonong Masih Ditahan di Manado

Pilot Pesawat dari Darwin yang Nyelonong Masih Ditahan di Manado

- detikNews
Kamis, 23 Okt 2014 10:45 WIB
Pilot Pesawat dari Darwin yang Nyelonong Masih Ditahan di Manado
(Foto: istimewa)
Jakarta - Pilot dan kopilot pesawat beechcraft dari Darwin yang nyelonong ke wilayah udara Indonesia dan dipaksa mendarat oleh 2 pesawat Sukhoi TNI AU di Manado, masih ditahan pihak berwenang. Kedubes Australia sudah dihubungi untuk mendampingi mereka.

"Informasi terakhir yang saya terima tadi malam, masih ada di Manado. Sudah ditelepon Kedubes Australia untuk mendampingi mereka menyelesaikan surat-surat. Menurut aturannya ada surat-suratnya dulu," kata Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat dihubungi detikcom, Kamis (23/10/2014).

Kedua pilot itu kini masih diperiksa oleh Penyelidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Sanksi bisa dikenakan dari pendalaman investigasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah hanya dideportasi atau diteruskan ke pengadilan? "Ya dari proses penyelidikan menentukan. Itu di bawah sipil, AU hanya menindak dia di udara. Berdasarkan investigasi, AU harus menyerahkan kepada PPNS," jawab Hadi.

Pesawat ringan bernomor registrasi VH RLS itu terbang dari Darwin hendak menuju ke Cebu, Filipina. Pesawat itu tertangkap monitor radar Kohanudnas, melanggar jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. TNI AU langsung mengirimkan 2 pesawat Sukhoi untuk mengejar dan mengepung pesawat itu.

Pesawat dipaksa mendarat pukul 10.29 WIB setelah disergap Sukhoi dari Makassar.

Saat mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, pesawat yang dipiloti Graeme Paul Jackline dan kopilot Richard Wayne McLean, ini ternyata tidak memiliki dokumen resmi. Pesawat itu adalah pesawat sipil yang hingga saat ini masih ditahan di Bandara Sam Ratulangi.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads