5 Terdakwa Judi Online dan Pencucian Uang Dijadikan Tahanan Kota

- detikNews
Kamis, 23 Okt 2014 10:44 WIB
ilustrasi (dok.detikcom)
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta -

5 Terdakwa kasus judi online dikenakan tahanan kota. Padahal mereka dikenakan pasal berlapis, dari KUHP, UU ITE dan UU Pencucian Uang.

Sebagaimana dilansir website Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) yang dikutip detikcom, Kamis (23/10/2014), kelima terdakwa itu adalah Stefanus Rocky, Marvin Tanjung, Fernandez, Judianto dan April Yanti. Mereka berlima dikenakan pasal berlapis terkait kejahatan tersebut.

Pertama, mereka dikenakan pasal 303 ayat 1 kesatu dan pasal 303 ayat 1 kedua tentang perjudian. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Selanjutnya, kelimanya juga dijerat dengan Pasal 27 ayat 2 jo pasal 45 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal 27 ayat 2 berbunyi:

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau memiliki muatan perjudian.

Adapun pasal 45 ayat 1 mengancam pidana pelaku penjudian yaitu:

Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat 1, ayat 2, ayat 3 atau ayat 4 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Yang terakhir, kelimanya juga dijerat dengan UU Pencucian Uang yaitu pasal 10 jo pasal 3 jis pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010. Pasal 3 berbunyi:

Setiap orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan dipidana karena tindak pidana pencucian uang dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Adapun pasal 5 mengancam dengan pidana maksimal 5 tahun penjara.

Kelimanya ditahan di rutan sejak 26 Mei 2014 hingga Juni 2014. Setelah itu, mereka dikenakan tahanan kota hingga saat ini. Rencananya, kelimanya akan mendengarkan tuntutan pada 24 Oktober 2014. "Maaf saya nggak paham perkaranya dan juga itu kewenangan dan independensi hakim, KPN tidak boleh mencampurinya," kata Ketua PN Jakut Dr Lilik Mulyadi.

(asp/nrl)