AS Tidak Akan Perpanjang Keberadaan Militernya di Aceh

AS Tidak Akan Perpanjang Keberadaan Militernya di Aceh

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2005 17:24 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat tidak akan memperpanjang keberadaan pasukan militernya yang berjumlah 300 orang dalam misi kemanusiaan di Aceh. Militer AS akan meninggalkan Aceh jika sudah tidak diperlukan lagi untuk membantu penanganan korban gempa dan tsunami.Penegasan ini disampaikan Duta Besar AS untuk Indonesia B. Lynn Pascoe dalam jumpa pers di Kedutaan Besar AS, Jl. Medan Merdeka Selatan, Kamis (13/1/2005)."Kita akan berada di sana selama diperlukan. Pemerintah Indonesia lah yang akan menentukan sampai kapan kita berada di sana. Sudah jelas sejak pertama kali kami datang ke Aceh untuk misi kemanusian," tegasnya.Dijelaskan Pascoe, untuk proyek rencana pertolongan evakuasi militer AS membantu dengan mengerahkan karena transportasi darat terputus. Total jenderal AS mengirimkan 75 helikopter dan rumah sakit terapung beserta peralatan medis."Jadi kami berada di sini karena permintaan pemerintah Indonesia dan kami akan meninggalkan Indonesia setelah semuanya dilakukan dan pemerintah Indonesia tidak lagi membutuhkan helikopter untuk misi kemanusiaan ini," jelas Pascoe.Pascoe juga menyatakan pemerintah AS akan membantu rekonstruksi dan rehabilitasi pembangunan di Aceh. Namun itu sangat tergantung dari respon pemerintah Indonesia.Menurut Pascoe saat ini ada 14.000 personel militer AS di Indonesia tapi sebagian besar berada di kapal induk yang berada di perairan Sumatera, yakni kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Bonhomme Richard. Dari jumlah tersebut hanya 300 personil yang diturunkan ke Aceh untuk misi kemanusian.Dalam kesempatan itu Pascoe juga membantah pandangan bahwa bantuan dana kemanusian yang diberikan AS merupakan pinjaman. Yang benar, bantuan itu merupakan hibah. Dan pemerintah AS telah menyerahkan dana bantuan sebesar US$ 31 juta kepada pemerintah Indonesia.Selain itu juga ada bantuan sebesar US$ 6 juta dari US Army, bantuan dari Presiden George W. Bush sebesar US$ 35 juta, dan bantuan melalui Palang Merah Internasional sebesar US$ 3 juta.Ketika ditanya apakah bantuan AS ini untuk memperkecil radikalisme Islam, Pascoe membantahnya. Sebab pada dasarnya pemerintah AS sangat peduli dengan masalah Aceh. "Apa yang kami lakukan sangat jelas karena itu merupakan tragedi besar yang menewaskan banyak orang. Dan kami memberikan bantuan tanpa memang agamanya sekali pun mereka adalah Muslim," demikian B. Lynn Pascoe. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads