Seorang guru ngaji di Pekanbaru kini terpaksa berurusan dengan kepolisian. Dia diduga melakukan kekerasan seksual dengan menyodomi murid mengajinya.
Korbannya adalah bocah pria yang masih duduk di bangku SD kelas 6, warga Pekanbaru. Pelaku pencabulan adalah Sam (28) seorang guru ngaji, Warga Senapelan, Pekanbaru.
Informasi yang dihimpun detikcom di Mapolresta Pekanbaru, Kamis (23/10/2014), bahwa pelaku selama ini merupakan guru ngaji korbannya. Antara keluarga korban dengan tersangka sudah lama saling kenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak saya mengaku, saat itu disuruh guru mengajinya datang ke rumahnya. Katanya akan diberi hadiah. Ternyata di sana anak saya jadi korban pelecehan," kata In.
Atas kejadian itu, keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Polresta Pekanbaru. Atas laporan itu, polisi bergerak cepat untuk menangkap pelaku.
Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap di tempat usahanya yang juga sebagai penjual ban bekas di kawasan Pasar Bawah. Saat ditangkap Sam tidak berkutik. Dia diboyong ke Mapolresta Pekanbaru.
Di hadapan penyidik, Sam mengakui segala perbuatannya. Dia menyebutkan bahwa dia memberikan hadiah kain sarung kepada anak muridnya itu. Setelah diberikan kain sarung, lantas menyodomi korbannya dan memberikan uang Rp 4 ribu.
"Saya pesan sama korban jangan bicara sama orang lain, nanti dosa," kata Samsul.
Hal yang mengejutkan, Samsul mengaku perbuatan itu dilakukan karena terinpirasi cerita porno di salah satu koran kuning terbitan Pekanbaru. Koran harian itu, memang menyediakan rubrik yang menyuguhkan cerita berbau seks.
"Saya melakukan itu karena terobsesi membaca koran," kata Sam.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun kepada wartawan membenarkan kasus tersebut. Guna melengkapi bukti, polisi melakukan visum terhadap korban. "Kasus ini masih kita dalami lagi," kata Hariwiyawan.
(cha/ahy)











































