Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Sumatera Barat, Prof Dr Saldi Isra, telah keluar dari kompleks Istana Kepresidenan. Saldi mengaku membahas dengan Presiden Jokowi seputar tata negara, UU dan hubungan dengan DPR.
"Soal tata negara. Soal undang-undang, soal hubungan dengan DPR. Banyak tadi," kata Saldi saat ditanya wartawan apa saja topik pembahasan dia dengan Presiden, sekeluarnya dari Istana, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (22/10/2014).
Saldi mengungkapkan dirinya hanya berbincang empat mata dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Saldi datang karena dihubungi mantan Deputi Kepala Tim Transisi Andi Widjajanto lewat telepon Selasa kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saldi menyatakan juga membahas nomenklatur menteri. "Iya salah satunya (bahas nomenklatur). Saya hanya bicara soal perubahan nomenklatur lalu dikaitkan dengan UU Kementerian Negara," jawab Saldi.
Dirinya juga berbincang tentang legislasi dan seberapa jauh kewenangan presiden. "Saya jabarkan secara sederhana, yang penting beliau pahami," tutur pegiat antikorupsi ini.
Seleksi menteri Presiden Jokowi yang tertutup, menurut Saldi, wajar saja karena masing-masing orang memiliki gaya. "Yang penting Presiden punya input yang penting. Salah satunya ke KPK, lalu undang orang diskusi," tutur dia.
(nwk/nrl)










































