Kerugian Akibat Tsunami Diperkirakan Capai Rp 15 Triliun
Kamis, 13 Jan 2005 15:57 WIB
Jakarta -
Pemerintah memperkirakan kerugian akibat gempa dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumut sebesar Rp 15 triliun. Perkiraan itu dilihat dari luasnya lahan yang terkena bencana dengan menghitung rumah-rumah yang rusak.Hal ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, (13/1/2005)."Secara detil kita dapat menaksir secara sederhana sekitar Rp 15 triliun dengan melihat luasnya dari menghitung beberapa rumah," kata Kalla.Menurut Kalla, taksiran yang dihitung pemerintah masih jauh dari penelitian yang nanti akan dihitung oleh gabungan Bappenas, Departemen Pekerjaan Umum, Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia dan beberapa negara lainnya. "Dari situ baru dipastikan bantuan yang dijanjikan, apa 1 miliar atau 2 miliar dolar AS," kata Kalla.Disampaikan Kalla, dalam pertemuan yang terkait bencana tsunami di Jenewa, Swiss pada Selasa, (11/1/2005) lalu, beberapa negara sepakat memberi bantuan tahap awal selama enam bulan sebesar 900 juta dolar AS.Sementara itu mengenai pertemuan di Paris Club yang membahas masalah moratorium utang negara-negara yang terkena tsunami, menurutnya, sejauh ini belum final. Pasalnya, semua pihak masih menunggu penelitian yang akan dilakukan Bank Dunia. "Jadi belum final yang di Paris Club sampai World Bank mengadakan penelitian," katanya.Mengenai dana cadangan untuk keadaan darurat, pemerintah memperkirakan jumlahnya lebih dari Rp 2 triliun. "Iya, ini pasti lebih banyak dari Rp 2 triliun," katanya.
(umi/)










































