Kebiasaannya ini terus berlanjut hingga Jokowi terpilih menjadi Presiden. Meski ketika itu belum resmi dilantik karena masih ada proses hukum di MK, tapi Jokowi sudah mendapat fasilitas keamanan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Dengan pengawalan Paspampres, ruang gerak Jokowi sedikit terbatas dalam blusukannya. Terutama ketika dirinya 'diserbu' oleh masyarakat yang ingin sekedar bersalaman atau berfoto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari awal Bapak sudah bilang, saya tidak mau dipagari atau dibentengi dari masyarakat. Kami siap dengan apa yang bapak minta, dengan tidak mengurangi faktor keamanan," ujar Komandan Satgas Pengamanan capres/cawapres terpilih Kolonel Pasukan Wahyu Hidayat S.
Hal itu diungkapkan Wahyu saat berbincang dengan detikcom di Mako Paspampres, Jl Tanah Abang 2, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2014)
Jokowi ternyata sempat menguji komitmen Paspampres itu ketika melakukan blusukan. Dalam suatu kunjungan kerja di kawasan Jakarta Timur, Jokowi ingin membuktikan apakah benar Paspampres bisa mengamankan dirinya tanpa bersinggungan dengan masyarakat yang hendak menyapanya.
"Pak Jokowi bilang, saya akan tes kalian di pasar, di masyarakat. Kalau ada komplain kita evaluasi," tuturnya.
Tidak butuh waktu lama, Paspampres sudah bisa menyesuaikan diri dengan gaya khas suami Iriana ini. Kegiatan blusukan pun tetap lancar, hingga akhirnya Jokowi bisa dilantik 20 Oktober lalu.
Kini, pengamanan Jokowi sepenuhnya sudah ditangani Grup A Paspampres dibawa komando Kolonel Inf Maruli Simanjuntak. Danpaspampres Mayjen Andika Perkasa pun sudah siap memberi pengamanan pada Jokowi dengan fleksibel tapi tetap aman.
(mpr/mad)











































