"Saya nemenin Pak Hendro," ujar Ryamizard di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (21/10/2014).
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah dirinya akan ditunjuk sebagai salah satu menteri Presiden Jokowi, Ryamizard memilih untuk menutup informasi. Dia tidak ingin kejadian tidak mengenakkan pada masa sebelumnya, kembali terulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan trauma, dari dulu saya nggak macem-macem. Jadi nggak apa-apa juga," sambungnya.
Nama Ryamizard pernah dikirimkan ke DPR sebagai kandidat Panglima TNI. Namun nama Marsekal Djoko Suyanto-lah yang akhirnya dipilih sebagai Panglima TNI pada tahun 2006.
(rvk/fjr)











































