Pernah Batal Jadi Panglima TNI, Ryamizard Pilih Bungkam Usai Temui Jokowi

Pernah Batal Jadi Panglima TNI, Ryamizard Pilih Bungkam Usai Temui Jokowi

- detikNews
Selasa, 21 Okt 2014 17:09 WIB
Jakarta - Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu bersama Jenderal TNI (Purn) Hendropriyono menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Mantan KSAD ini memilih bungkam mengenai hasil pertemuan.

"Saya nemenin Pak Hendro," ujar Ryamizard di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (21/10/2014).

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah dirinya akan ditunjuk sebagai salah satu menteri Presiden Jokowi, Ryamizard memilih untuk menutup informasi. Dia tidak ingin kejadian tidak mengenakkan pada masa sebelumnya, kembali terulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kamu tahu dulu saya sudah jadi Panglima TNI tapi dibatalkan. Itu pengalaman," kata Ryamizard.

"Bukan trauma, dari dulu saya nggak macem-macem. Jadi nggak apa-apa juga," sambungnya.

Nama Ryamizard pernah dikirimkan ke DPR sebagai kandidat Panglima TNI. Namun nama Marsekal Djoko Suyanto-lah yang akhirnya dipilih sebagai Panglima TNI pada tahun 2006.

(rvk/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads