Embargo Senjata Eropa atas Cina akan Dicabut dalam 6 Bulan
Kamis, 13 Jan 2005 15:12 WIB
Jakarta - Embargo senjata yang diterapkan Uni Eropa atas Cina kemungkinan akan dicabut dalam waktu enam bulan ke depan. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jack Straw.Embargo yang telah berlangsung selama 15 tahun itu diterapkan setelah peristiwa berdarah akibat keganasan militer Cina terhadap para pendemo pro-demokrasi di lapangan Tiananmen pada tahun 1989 silam."Posisi kami pada prinsipnya adalah bahwa berkaitan dengan kepuasan akan isu-isu yang dijabarkan Dewan Eropa pada Desember lalu, kami akan mendukung pencabutan embargo senjata," ujar Straw pada komite Parlemen Inggris seperti dilansir AP, Kamis (13/1/2005).Dua negara besar Eropa -- Jerman dan Prancis -- sebelumnya telah sering menyerukan penghapusan embargo tersebut. Alasannya bahwa catatan hak asasi manusia di Cina telah membaik sejak peristiwa tahun 1989 tersebut.Amerika Serikat juga telah berupaya keras mendesak Uni Eropa untuk mencabut embargo tersebut. Alasannya, AS khawatir akan terjadi peningkatan ketegangan antara Beijing dan Taiwan.Namun menurut Straw, AS tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Dikatakannya, upaya-upaya akan dilakukan untuk terus meyakinkan Washington mengenai pencabutn embargo. "Akan ada pembicaraan-pembicaraan intensif dengan AS," kata Straw.
(ita/)











































