Beda Gaya Presiden Memilih Calon Menteri

Beda Gaya Presiden Memilih Calon Menteri

- detikNews
Selasa, 21 Okt 2014 15:09 WIB
Beda Gaya Presiden Memilih Calon Menteri
Jakarta - Gaya Presiden yang pernah memimpin Indonesia dalam mengumumkan dan menyeleksi anggota kabinet berbeda-beda. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilantik kemarin, kabarnya akan mewartakan nama-nama menterinya pada Selasa (21/10/2014) sore atau malam nanti di salah satu pelabuhan di Jakarta.

Namun hingga siang ini nama-nama calon menteri yang akan membantu Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla masih tertutup rapat. Sejumlah nama bocoran calon menteri memang beredar. Namun tak ada jaminan bahwa nama-nama tersebut adalah yang dipilih Jokowi-JK.

Jokowi-JK memang tidak terbuka soal seleksi menteri. Terakhir mereka mengirim 43 nama ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk ditelusuri rekam jejak aliran keuangannya. Cara Jokowi menyeleksi calon menteri berbeda dengan pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama dua periode yakni 2004-2009 dan 2009-2014 menjabat SBY melakukan seleksi secara terbuka. Satu-satu calon menteri diundang ke rumah pribadinya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

Usai bertemu untuk fit and proper test dengan SBY, si calon menteri menggelar konferensi pers di Cikeas. Sehingga nama-nama calon menteri yang akan diumumkan oleh Presiden dan Wakil Presiden sudah diketahui publik.

Dua presiden sebelumnya yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati memilih menteri dengan melihat rekam jejak mereka. Baik di masa Gus Dur, maupun Megawati kabinet banyak diisi oleh orang-orang partai politik dan hanya beberapa saja yang berlatar belakang profesional murni.

Beda lagi dengan zaman Presiden Soeharto. Penguasa Orde Baru itu memiliki kewenangan mutlak dalam memilih campur tangan menteri karena tak ada campur tangan partai politik lain. Maklum waktu itu kendaraan politik sang 'The Smiling General' yakni Golongan Karya adalah mayoritas di DPR.

Soeharto cukup meneliti rekam jejak calon menteri dengan mengambil data dari Badan Intelijen Negara. Nama-nama yang sudah dipastikan bagus rekam jejaknya kemudian dipanggil ke kediaman Soeharto di jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat.

Masyarakat pun bisa mereka-reka nama-nama calon menteri sebelum diumumkan oleh Presiden Soeharto.

Hari ini masyarakat menunggu Jokowi-JK mengumumkan anggota kabinetnya. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kabinet akan diumumkan secepatnya.

"Masih dalam proses 1-2 hari. Bisa malam (ini)," jawab JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2014).

(erd/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads