Singapura: Tsunami Jangan Sampai Kendurkan Perang Antiteror
Kamis, 13 Jan 2005 14:27 WIB
Jakarta - Negara-negara Asia diingatkan untuk tidak membiarkan krisis tsunami mengalihkan perhatian mereka dari perang melawan terorisme. Hal tersebut disampaikan Deputi Perdana Menteri Singapura, Tony Tan."Saya pikir merupakan kesalahan besar jika mereka dikacaukan dengan bencana tsunami sehingga mengalihkan perhatian mereka dari terorisme," ujar Tan kepada wartawan di Singapura seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (13/1/2005)."Akan menjadi bencana jika negara-negara mengendurkan penjagaan mereka. Ancaman itu selalu ada di sana," imbuh pejabat tinggi negeri Singa itu.Menurut Tan, meski adanya penangkapan anggota-anggota teroris di Singapura dan negara lainnya, namun kelompok teroris regional seperti Jemaah Islamiyah (JI) saat ini mulai menyatukan kembali kekuatan dan terus mendatangkan ancaman. "Akan menjadi bencana jika negara-negara mengendurkan penjagaan mereka. Ancaman itu selalu ada di sana," imbuh pejabat tinggi negeri Singa itu.Pejabat-pejabat Singapura sebelumnya telah berulang kali mengingatkan bahwa JI kini memperbarui kepemimpinannya dan bisa merencanakan serangan-serangan baru. Sejak tahun 2001 silam, aparat Singapura telah menangkap lebih dari 30 tersangka JI yang dituduh berencana meledakkan Kedutaan AS, pangkalan Angkatan Laut AS dan target-target Barat lainnya di negeri itu.
(ita/)











































