Kerja, kerja, kerja. Kalimat itu yang selalu diucapkan Jokowi. Tentu gambaran kerja ini sudah sepantasnya diwujudkan pada kabinet yang profesional. Kabinet yang dibentuk nanti tak butuh lagi pro kontra masyarakat. Calon yang bermasalah dan dikait-kaitkan dengan kasus korupsi sebaiknya disingkirkan.
"Figur menteri yang terpilih adalah harus yang terbaik dan tidak memiliki masalah hukum atau integritas," kata Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan, Selasa (21/10/2014).
Menurt Ade, dari 43 nama yang beredar dan kabarnya sudah dicek KPK ada beberapa nama yang diberi tanda kuning dan merah. Sebaiknya Jokowi dan JK tetap harus menjaga kepercayaan dan ekspektasi publik dengan memilih calon yang terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan sampai calon menteri yang seperti itu pada akhirnya akan merugikan Jokowi dan JK. Kepercayaan dan harapan publik menjadi taruhan.
"Jokowi dan JK harus memilih yang terbaik, kerja kerja kerja," tutup Ade.
Nama-nama sejumlah kandidat menteri yang telah beredar, yaitu:
- Sri Mulyani
- Eva Sundari
- Anies Baswedan
- Muhaimin Iskandar
- Komjen Pol Budi Gunawan
- Hamid Awaluddin
- Irjen Pol Syafrudin
- Tjahjo Kumolo
- Pramono Anung
- Puan Maharani
- Yunus Husein
- Hasto Krisyanto
- Mas Achmad Santosa
- Darmin Nasution
- RJ Lino
- Dr. Anwar
- Ignasius Jonan
- Luhut Panjaitan
- Yuddy Chrisnandi
- Marwan Jafar
- Rusdi Kirana
- Jimly Asshiddiqie
- Pratikno
- Ferry Mursyidan Baldan
- Jhonny Darmawan
- Sudhamek
- Siti Nurbaya
- Wiranto
- M Yusuf
(ndr/mad)











































