Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, berganti wajah pada Senin (20/10/2014) kemarin. Jika sebelumnya hanya dipenuhi gedung yang menjulang tinggi, proyek MRT dan kemacetan, maka saat pelantikan Jokowi, ratusan penjaja makanan kaki lima berjejer rapi di sisi kiri jalan dari Bundaran HI hingga Bank Indonesia dari pagi hingga siang hari.
Cilok, siomay, bakso, batagor dan ketoprak semuanya disediakan gratis untuk masyarakat. Syaratnya, makanan itu tak dibawa pulang. Setiap pedagang menyediakan 100 porsi makanan untuk disantap secara gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reog, becak, delman, barongsai, orang yang pakaian adat Papua dan berbagai hal berbau Indonesia dipersiapkan untuk mengantar Jokowi-JK menuju Istana Negara. Jokowi yang menggunakan mobil kepresidenan RI 1 pun berganti andong lengkap dengan kusir yang berpakaian khas kusir Istana Keraton.
Dengan susah payah, mobil yang ditumpangi Jokowi dan JK berjalan dari Sudirman menuju bundaran HI yang menjadi titik kumpul relawan. Ia pun membuka jendelanya untuk bisa menyapa langsung warga yang sudah menunggunya.
"Jokowi... Jokowi... Jokowi," bergema di sepanjang jalan karena diteriakkan ribuan pendukungnya.
Relawan dan pendukung berkumpul jadi satu. Yang bersandal jepit hingga berpakaian necis diajaknya berpesta bersama. Dari bundaran HI, Jokowi berganti kostum.
Jas hitam dan dasi ia lepaskan. Ia kembali ke gaya awalnya. Celana kain hitam dan kemeja putih dengan lengan baju yang dilipat, dan Bersama JK yang juga mengenakan kemeja putih. Kemudian ia menaiki andong berwarna merah. Andong hitam yang awalnya untuk JK digunakan Iriana dan Mufida Kalla yang berada di belakang andong mereka untuk pawai.
Dengan kecepatan sekitar 5 Km/jam dan dengan pengawalan ketat Paspampres, kepolisian dan TNI, Jokowi-JK mulai berpawai. Keretanya menggunakan jalur khusus TransJ sedangkan pawai budaya pengiringnya berada di jalur luarnya. Sekilas, ia masih terlihat seperti gubernur DKI yang doyan berkemeja putih. Hanya saja yang duduk mendampinginya Jusuf Kalla bukan Basuki T Purnama.
Perlahan, jalan MH Thamrin tertutup oleh lautan manusia. Ribuan warga yang menunggu Jokowi sejak pagi mulai berteriak dan bersemangat saat pawai. Pegawai kantoran di sepanjang jalan itu juga turun ke jalan dan mengabadikan peristiwa tersebut.
Selama pawai, dari atas andong, Jokowi dan JK menyapa masyarakat. Bahasa tubuh keduanya menunjukkan keakraban dengan masyarakat dengan sesekali menunjuk ke salah satu arah dan melambaikan tangan. Mereka tak henti menebar senyum.
Hal ini membuat warga semakin meringset mendekat. Mereka menengadahkan tangan dan mencoba bersalaman. Tinggallah personil Paspampres yang sibuk menjaga keamanan Jokowi, JK dan ibu negara selama pawai.
Ruas jalan, taman, separator bus, halte busway dan jembatan penyeberangan dipenuhi masyarakat. Mereka bersorak, memanggil nama Jokowi-JK, bertepuk tangan dan histeris. Gegap gempita 'kemenangan rakyat' yang coba disampaikan Jokowi-JK dalam pesta rakyat ini sangat dirasakan masyakarat.
Peserta pawai yang berpakaian adat juga tak luput dari perhatian warga. Banyak orang yang masuk di sela rangkaian peserta pawai untuk berfoto bersama. Bendera merah putih raksasa sepanjang 15 meter dalam rangkaian itu turut menjadi perhatian masyarakat. Mereka yang menonton dari jembatan penyeberangan sontak bersorak dan berdecak kagum melihat kibaran bendera merah putih raksasa itu yang dibuat puluhan manusia dibawahnya.
Pesta belum usai, saat Jokowi mengikuti acara pisah sambut di Istana, pusat keramaian berganti ke kawasan Monas. Panggung hiburan 'Konser 3 Jari' menghadirkan artis ibukota untuk menghibur masyarakat.
Kegembiraan lain dirasakan warga yang berhasil masuk Istana Negara untuk bertemu Jokowi. Istana Negara seketika berubah jadi Istana Rakyat saat masyarakat bisa masuk dengan sendal jepit.
Usia menjamu warga, Jokowi sempat hadir di panggung Monas. Ia berdiri di panggung yang diberi latar belakang Bendera Merah Putih dan replika perahu pinisi dan berpidato.
"Kita harus sadar bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, tapi harus dikelola dengan benar, dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Oleh sebab itu saya dan Pak JK ingin menyampaikan kita harus bergerak bersama-sama profesi di Indonesia harus bekerja keras, tidak mungkin negara sebesar ini akan menjadi negara yang kuat kalau kita bermalas-malsan," ucap Jokowi dari atas panggung
Pesta ini memang luar biasa. Warga seakan lupa hari itu adalah hari Senin dan harus kembali bekerja keesokan harinya. Semua berkumpul dan berpesta.
Ini bukan pesta rakyat pertama yang dibuat Jokowi. Ia memang dikenal sebagai pemimpin yang doyan membuat pesta rakyat. Saat menjabat walikota Solo, berbagai pesta rakyat dibuatnya. Hal itu terus berlanjut saat menjadi gubernur di Jakarta.
Untuk pertama kalinya, ulang tahun Jakarta dirayakan dengan sejumlah kegiatan seperti pawai nusantara, Jakarnaval, pertunjukan teater 'Ariah' dan berbagai kegiatan lainnya. Masyarakat diajak turun ke jalan bersama-sama merayakan ulangtahun Jakarta.
Tak hanya itu, bertujuan mengembalikan budaya tradisional Indonesia, Jokowi juga membuat 'Jakarta Heritage Festival' yang menghadirkan perwakilan-perwakilan daerah kerajaan Indonesia dan dunia. Warga Jakarta kembali diajak berpesta di kawasan Monas.
Pergantian tahun pun tak dilewatkan Jokowi begitu saja. Ia menyulap sepanjang jalan Sudirman-Thamrin menjadi tempat berpesta untuk warga Jakarta dengan menghadirkan puluhan panggung hiburan untuk merayakan pergantian tahun.
Seluruh pesta rakyat yang dibuat Jokowi memiliki benang merah yakni mengangkat budaya tradisional Indonesia ke mata dunia. Pesta rakyat ini tak hanya membuat warga bahagia tapi menjadi 'ajang promosi' keragamanan budaya Indonesia pada dunia.
Kini, saat ia menjadi presiden, ia membukanya dengan mengajak masyarakat berpesta di jalan dan merayakan kemenangan untuk proses demokrasi yang baru. Pesta apa lagi yang akan kau suguhkan untuk rakyatmu, Pak?
(bil/vid)











































