Pimpinan Ponpes Ini Ingatkan Joko Widodo Soal Hari Santri

Pimpinan Ponpes Ini Ingatkan Joko Widodo Soal Hari Santri

- detikNews
Selasa, 21 Okt 2014 00:01 WIB
Pimpinan Ponpes Ini Ingatkan Joko Widodo Soal Hari Santri
Muhammad Aminudin/detikcom
Malang - Joko Widodo resmi dilantik menjadi Presiden ke-7 hari ini bersama Jusuf Kalla sebagai wakil presiden periode 2014-2019. Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam KH Thoriq bin Ziyad mengingatkan Jokowi-JK terkait peresmian Hari Santri Nasional pada 1 Muharram.

"Beliau (Joko Widodo) sudah berkomitmen untuk membesarkan pondok pesantren dan kepedulian terhadap santri. Kami rakyat Indonesia sedikit mengingatkan kepada Bapak Presiden soal Hari Santri Nasional," kata Thoriq disela-sela merayakan pelantikan Joko Widodo dengan pesta minum kopi bersama, Kabupaten Malang, Senin (20/10/2014), malam.

Pria yang akrab disapa Gus Thoriq ini mengungkapkan, penetapan Hari Santri Nasional tinggal 5 hari lagi. Karena tepat pada Tanggal 25 Oktober 2014 mendatang adalah tahun baru Hijriyah atau 1 Muharram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai komitmen beliau dan sudah disepakati untuk menetapkan Hari Santri Nasional pada 1 Muharram," tuturnya.

Pada 27 Juni 2014 lalu, Joko Widodo berkunjung ke Ponpes Babussalam, saat itu disepakati pada 1 Muharram 1436 Hijriyah akan ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional dihadapan para santri dan ulama. "Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan santri bisa diwujudkan," harapnya.

Gus Thoriq juga menyebutkan, upaya mengingatkan akan komitmen tersebut merupakan sebuah bentuk rasa sayang kepada Joko Widodo yang resmi dilantik menjadi presiden Republik Indonesia hari ini.

"Kenapa mengingatkan, karena kami sayang kepada beliau," sebut pria bernama lengkap Thoriq Darwis ini.

Thoriq menerangkan Hari Santri Nasional sudah diperjuangkan sejak 2009 lalu. Bahkan, Ketua PBNU Said Aqil Siradj ikut membubuhkan dukungannya. Dalam surat rekomendasi Nomor 2548/A.II.03/10/2012 dikeluarkan 15 November 2012 di Jember, Jawa Timur.

Said, kata Thoriq, menyatakan dukungannya dan menyetujui 1 Muharam ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Gus Thoriq menambahkan, para ulama besar lainnya juga ikut memberikan dukungannya, termasuk KH Maimun Zubair.

"Sebenarnya kami menginginkan Gus Dur saat itu segera meresmikan. Namun, beliau wafat terlebih dulu," imbuh alumni Ponpes Sidogiri, Pasuruan, ini.

Dia mengungkapkan, Hari Santri digagas berdasarkan hasil musyawarah dan istikharah para ulama. Bukan semata kepentingan kelompok.

"Kami ingin santri yang sebenarnya santri. Lahir dari serambi masjid dan orang yang menimba ilmu agama Islam," ungkapnya.

(vid/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads