Para pemuka agama ini mewakili seluruh umat beragama yang ada di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Mereka mengenakan pakaian kebesaran masing-masing.
"Kita sepakat mendoakan lintas agama. Mudah-mudahan presiden dan wakil presiden tetap berada dalam kejujuran," kata perwakilan agama Islam, Hasyim Muzadi di Monas, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga andaikan ada langkah yang tidak populer, rakyat tidak gampang terprovokasi karena selama ini tidak ada transparansi," tuturnya.
Pemuka agama Konghucu, Djaenglana Ongawijaya, mengatakan dalam 15 tahun belakangan ini, kebebasan beragama di Indonesia mengalami masalah. Beberapa kali kerap terjadi konflik antar agama.
"Padahal itu produk dari luar, dibawa ke sini sementara di sini kita punya sendiri. Maka harus di-Indonesiakan," katanya.
Namun di sisi lain, para pemuka agama ini juga mengucapkan terimakasih atas pemerintahan sebelumnya. Bagaimanapun juga, pemerintah Presiden SBY telah meninggalkan banyak hal-hal positif bagi kerukunan umat beragama.
"Kita tidak boleh melupakan pemerintahan yang dulu. Karena kita juga bersyukur pemerintahan yang lalu meninggalkan hal-hal yang baik," tutup Pendeta Golver Gultom.
(kff/aan)











































