"Sepatu Cibaduyut ya, jadi awalnya bapak memerintahkan saya ke Cibaduyut ya. Terus di situ kan, cewek saya di Bandung. Terus dikiranya saya tahu kali daerah bandung, padahal kagak tahu. Ya udah saya cari travel cipta gading, terus tanya jurusan ke Cibaduyut yang paling dekat mana? Terus jurusan kopo, terus ya udah saya ikutin. Terus dari Kopo saya nggak tahu juga mau naik apa lagi. Jadi nanya-nanya saja. Jadi spontan saja nyuruhnya," terang ajudan yang akrab disapa Dista, Senin (20/10/2014).
Menurut dia, Jokowi memang kerap secara spontan meminta tolong dicarikan merek lokal. Kalau sepatu memang biasa memakai buatan Cibaduyut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayakan ke Cibaduyut naik angkot nih, saya juga nggak tahukan mana toko sepatu yang dituju. Makanya saya tanya saja ke sopir angkot, "pak di sini Cibaduyut ya?" "iya" ya udah saya tanya saja, "yang terkenal di sini di mana?" "ada tiga toko katanya yang paling gede, Gruti, Diana sama satu lagi apa gitu lupa," habis itu saya samperin saja satu-satu," imbuh Dista.
Jadi setelah memilih toko sepatu yang paling pas, akhirnya dipilih Gruti. Jokowi membeli dari toko itu untuk sepatu pelantikan presiden.
"Jadi saya beli dua. Item sama biru dongker. Tapi yang dipilih bapak yang biru dongker. Harga 400 ribuan. Iya, buat persiapan di istana," tegas dia.
(ndr/mad)










































